RADARSITUBONDO.ID - Pipi tembem kerap diasosiasikan dengan penumpukan lemak tubuh. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berkaitan dengan berat badan berlebih. Pada sebagian orang dengan tubuh ideal, pipi yang terlihat lebih penuh justru dapat dipicu oleh konsumsi garam yang tinggi.
Fenomena ini berhubungan langsung dengan peran natrium dalam tubuh. Natrium yang terkandung dalam garam memiliki sifat mengikat air.
Ketika seseorang mengonsumsi garam dalam jumlah berlebih, tubuh secara otomatis menahan lebih banyak cairan untuk menjaga keseimbangan konsentrasi natrium dalam darah. Proses ini dikenal sebagai retensi cairan atau edema.
Baca Juga: Pertama di April 2026, Shio Naga Akan Mengalami Titik Balik yang Tidak Terduga!
Retensi cairan tidak terjadi secara merata di seluruh tubuh. Area wajah, terutama bagian pipi, menjadi salah satu lokasi yang paling mudah menunjukkan perubahan.
Akibatnya, pipi tampak lebih tembem atau bengkak, meskipun secara keseluruhan berat badan tetap stabil dan proporsional. Kondisi ini berbeda dengan pipi tembem yang disebabkan oleh penumpukan lemak, karena sifatnya cenderung sementara.
Dalam penjelasan medis, “retensi cairan atau edema” merupakan respons alami tubuh terhadap ketidakseimbangan zat tertentu, termasuk natrium. Ketika kadar natrium tinggi, tubuh akan berusaha mengencerkannya dengan menahan cairan. Hal inilah yang memicu pembengkakan di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah.
Baca Juga: Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan BUMN, Pendaftaran Hingga 24 April 2026
Untuk mengurangi kondisi tersebut, pengaturan pola makan menjadi langkah utama. Menghindari makanan tinggi natrium seperti makanan cepat saji, produk olahan, serta camilan dengan rasa gurih berlebih dapat membantu menekan retensi cairan.
Selain itu, asupan air putih yang cukup juga berperan penting dalam membantu tubuh mengeluarkan kelebihan natrium melalui proses alami.
Perubahan ini umumnya tidak bersifat permanen. Retensi cairan dapat berkurang seiring dengan penyesuaian konsumsi garam dan pola hidup yang lebih sehat. Wajah yang sebelumnya terlihat bengkak perlahan akan kembali normal ketika keseimbangan cairan tubuh terjaga.
Meski demikian, kondisi ini tetap perlu diwaspadai jika disertai gejala lain. Pembengkakan pada wajah yang muncul bersamaan dengan sesak napas, kelelahan berlebihan, atau kenaikan berat badan secara drastis bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Dalam situasi tersebut, pemeriksaan medis menjadi langkah yang disarankan.
Editor : Bayu Shaputra