Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Wajah Tembem karena Garam Berlebih, Ini Cara Mengatasinya dengan Tepat

Bayu Shaputra • Jumat, 17 April 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi seorang wanita dengan pipi tembem karena kadar garam yang tinggi. (AI)
Ilustrasi seorang wanita dengan pipi tembem karena kadar garam yang tinggi. (AI)

 

RADARSITUBONDO.ID - Konsumsi garam yang berlebihan tidak hanya berdampak pada tekanan darah, tetapi juga dapat memengaruhi penampilan, terutama pada area wajah.

Kandungan natrium dalam garam berperan dalam memicu retensi cairan di dalam tubuh. Kondisi ini membuat tubuh menahan air lebih banyak dari biasanya, sehingga pipi tampak lebih penuh atau bengkak.

Fenomena wajah terlihat tembem akibat kelebihan cairan kerap tidak disadari sebagai efek dari pola makan sehari-hari. Padahal, asupan natrium yang tinggi dari berbagai makanan olahan menjadi salah satu pemicu utamanya.

Dalam pedoman kesehatan, konsumsi garam harian dianjurkan tidak melebihi 2.300 miligram. Namun, angka ini sering terlampaui karena banyaknya makanan tinggi natrium yang mudah dijangkau, seperti mi instan, makanan cepat saji, hingga camilan kemasan.

Baca Juga: Pertama di April 2026, Shio Naga Akan Mengalami Titik Balik yang Tidak Terduga!

Ketika kadar natrium dalam tubuh meningkat, keseimbangan cairan pun terganggu. Tubuh secara alami akan menahan air untuk menetralkan kondisi tersebut. Akibatnya, penumpukan cairan terjadi di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, yang membuat pipi terlihat membengkak.

Untuk mengurangi kondisi ini, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menekan konsumsi makanan asin. Mengurangi asupan natrium membantu tubuh mengembalikan keseimbangan cairan secara bertahap.

Selain itu, memperbanyak konsumsi air putih menjadi langkah penting karena air berfungsi membantu tubuh mengeluarkan kelebihan natrium melalui sistem ekskresi. Dengan hidrasi yang cukup, proses pemulihan bisa berlangsung lebih cepat.

Baca Juga: Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan BUMN, Pendaftaran Hingga 24 April 2026

Upaya lain yang dapat dilakukan adalah menggunakan kompres dingin pada area pipi. Cara ini cukup sederhana, yakni dengan mengompres pipi selama sekitar 10 menit secara rutin. Es batu yang digunakan sebaiknya dibungkus dengan kain agar lebih nyaman di kulit dan menghindari iritasi.

Selain itu, pola makan juga perlu diperhatikan dengan menambahkan makanan yang kaya kalium. Nutrisi ini berperan dalam membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Konsumsi buah seperti pisang, kentang, serta sayuran hijau dapat menjadi pilihan yang mendukung proses pengurangan retensi cairan.

Aktivitas fisik ringan juga memberi kontribusi positif. Gerakan sederhana seperti berjalan kaki dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mempercepat distribusi cairan dalam tubuh, sehingga penumpukan dapat berkurang secara alami.

Meski umumnya kondisi pipi bengkak akibat retensi cairan tidak berbahaya, tetap diperlukan kewaspadaan.

Jika pembengkakan disertai gejala lain seperti nyeri hebat, kesulitan bernapas, atau tidak kunjung membaik setelah perawatan mandiri, maka pemeriksaan medis perlu segera dilakukan. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan lain yang mendasarinya.

Editor : Bayu Shaputra
#retensi cairan #konsumsi garam berlebih #pipi bengkak #wajah tembem #Kalium