Kolesterol Naik Usai Idul Adha? Ini Langkah Aman Mengatasinya

Bayu Shaputra • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 12:35 WIB
Ilustrasi daging kurban. (AI)
Ilustrasi daging kurban. (AI)

 

RADARSITUBONDO.ID - Perayaan Idul Adha selalu identik dengan melimpahnya konsumsi daging kurban di tengah masyarakat. Mulai dari sate, gulai, tongseng hingga aneka olahan berbahan daging merah menjadi sajian utama selama beberapa hari setelah hari raya.

Namun di balik kenikmatan tersebut, konsumsi daging berlebihan juga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat kolesterol tinggi maupun gangguan kesehatan metabolik.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena peningkatan kolesterol jahat atau LDL sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Jika dibiarkan dalam waktu lama, kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga stroke.

Karena itu, langkah preventif setelah Idul Adha dinilai penting untuk menjaga kesehatan tubuh tetap stabil.

Baca Juga: Rumor Transfer Maxwell ke Persib Batal, Khawatir Dicap Pengkhianat oleh The Jakmania

Salah satu langkah utama yang dianjurkan adalah mengurangi konsumsi daging merah berlemak setelah perayaan usai. Masyarakat disarankan mulai mengatur kembali pola makan dengan memilih sumber protein yang lebih sehat.

Ikan menjadi pilihan yang dinilai lebih baik karena mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Jenis ikan seperti salmon, mackerel, dan sardine diketahui mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh jika dikonsumsi secara rutin.

Konsumsi ikan setidaknya dua kali dalam sepekan dapat membantu menjaga keseimbangan kadar lemak darah sekaligus meningkatkan kesehatan pembuluh darah.

Baca Juga: Trump Tolak Rusia dan China Simpan Uranium Iran, Negosiasi Nuklir Kian Rumit

Selain mengurangi daging merah, asupan serat juga perlu ditingkatkan untuk membantu proses penurunan kolesterol secara alami. Makanan seperti oatmeal, beras merah, dan kacang-kacangan mengandung serat larut yang efektif membantu mengikat kolesterol dalam sistem pencernaan sebelum diserap tubuh.

Sayuran hijau juga penting dimasukkan dalam menu harian setelah Idul Adha. Bayam, brokoli, hingga berbagai jenis sayuran hijau lainnya dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Idealnya, kebutuhan serat orang dewasa berada pada kisaran 25 hingga 30 gram per hari agar kesehatan pencernaan dan kadar kolesterol tetap terjaga.

Tidak hanya dari sisi makanan, aktivitas fisik juga memegang peran penting dalam menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Olahraga rutin dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu dinilai efektif membantu meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL.

Baca Juga: Merasa Diintimidasi, Warga Kaliaget Mengadu ke DPRD

Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari bisa menjadi langkah awal yang mudah dilakukan setelah perayaan Idul Adha. Selain membantu membakar lemak, kebiasaan ini juga bermanfaat menjaga berat badan tetap ideal dan meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Masyarakat juga diimbau membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi seperti mentega, santan, serta gorengan. Jenis makanan tersebut dapat mempercepat peningkatan kolesterol jika dikonsumsi berlebihan dalam waktu lama.

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis juga sebaiknya mulai dikurangi. Mengganti minuman tinggi gula dengan air putih atau teh tanpa gula dinilai lebih baik untuk membantu menjaga metabolisme tubuh tetap sehat.

Perubahan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat bahkan disebut mampu membantu menurunkan kadar kolesterol hingga 10 persen dalam waktu sekitar tiga bulan.

Baca Juga: Melihat Kegiatan Petugas dan Warga Binaan Rutan Kelas IIB Situbondo di Hari Raya Kurban, Nyate Bareng Daging Kurban Merekatkan Kebersamaan

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memantau kondisi kesehatan tubuh secara berkala. Jika kadar kolesterol masih tinggi meski sudah menjalani perubahan pola hidup sehat selama tiga hingga empat minggu, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.

Penanganan lebih lanjut dari dokter diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh sekaligus menentukan langkah pengobatan yang tepat.

Dengan pola hidup sehat dan pengaturan konsumsi makanan yang lebih bijak, risiko gangguan kesehatan akibat kolesterol tinggi setelah Idul Adha dapat diminimalkan.

Editor : Bayu Shaputra
Sumber : berbagai sumber
Kolestrol idul adha