RADARSITUBONDO.ID - YouTuber sekaligus artis Reza Arap memastikan film Harusnya Horor didedikasikan untuk mendiang Lula Lahfah. Lula menjadi salah satu pemeran utama dalam film tersebut dan memerankan karakter Gea.
Pernyataan itu disampaikan Reza Arap dalam konferensi pers Harusnya Horor di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).
Menurut Reza, keberadaan Lula dalam film tersebut merupakan bagian penting yang tidak bisa begitu saja dihilangkan, terlebih Harusnya Horor menjadi karya terakhir sang aktris.
“Pasti (didedikasikan untuk Lula). Harusnya kalau enggak disebut pun kayaknya terlalu bias ya kalau misalnya gue bilang atau menganggap dia tidak ada gitu, karena kan memang ada dia sebagai salah satu pemeran utama,” kata Reza Arap dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Piala Super Spanyol 2027 Pindah ke Istanbul, Tak Lagi Digelar di Arab Saudi
Reza juga menanggapi anggapan bahwa kursi kosong yang disiapkan dalam konferensi pers tersebut hanya digunakan sebagai gimmick untuk kepentingan promosi film.
Ia membantah anggapan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud mengeksploitasi kepergian Lula untuk mendongkrak promosi Harusnya Horor.
“Terus kalau misalnya enggak dianggap ada, terus harus diapa-apain gitu. Jadi bingung juga sama orang-orang yang mikir jadiin ini buat, sorry ya… gimmick, jualan. Justru aku pribadi itu bisa ditanya, bahkan call sheet-nya, day-nya semua masih ada di ponsel kalau tidak ada meng-glorifikasi kepergian almarhumah untuk keperluan promo. Makanya dari tadi kita pas press conference enggak membahas soal itu,” tutur Reza Arap.
Bagi Reza, memberikan ruang untuk mengenang Lula bukan bagian dari strategi pemasaran. Ia justru ingin menghargai peran Lula sebagai salah satu pemeran utama dalam film yang kini menjadi karya terakhirnya.
Sebelumnya, Reza juga pernah menyiapkan satu tempat khusus untuk Lula ketika menyaksikan Harusnya Horor lebih dulu. Keputusan tersebut ternyata mendapat respons negatif dari sejumlah netizen.
Reza mengaku tidak mempersoalkan hujatan yang diterimanya. Ia bahkan menegaskan akan tetap mengenang Lula melalui film tersebut.
“Waktu itu sempat waktu di Harusnya Horor nonton duluan, itu sempat aku kasih satu spot gitu khusus untuk almarhumah beliau. Dan itu sempat bukan diejek, tapi dihujat. And I swear to God, saya tidak peduli,” ucap Reza Arap.
“Saya akan tetap merayakan Lula, karena ini legacy dia juga di film ini, itu aja,” tambah Reza.
Baca Juga: Ajax Lolos Play-off Liga Conference 2026/27, Maarten Paes Jadi Starter Lawan Shelbourne
Harusnya Horor memiliki arti khusus bagi perjalanan Lula Lahfah. Film tersebut menjadi karya terakhir Lula sebelum meninggal dunia pada 23 Januari 2026.
Di sisi lain, Harusnya Horor juga menjadi debut Reza Arap Oktovian sebagai sutradara film. Film ini membawa cerita horor dengan pendekatan yang berbeda, mengikuti perjalanan karakter bernama Mas setelah mengalami kejadian yang membuatnya tiba-tiba berada di akhirat.
Dalam cerita tersebut, Mas merasa terkejut karena mendapati dirinya sudah berada di akhirat. Ia kemudian memperoleh tugas untuk menakuti manusia agar mereka tidak berakhir menjadi hantu penasaran.
Saat menjalankan tugas tersebut, Mas bertemu dengan seorang manusia yang kemudian membantunya menyelesaikan tugas. Pertemuan itu menjadi bagian dari perjalanan Mas dalam menjalankan tugas yang diberikan kepadanya.
Persoalan kemudian mengarah pada satu pertanyaan utama: apakah Mas mampu menyelesaikan tugas tersebut agar dirinya tidak menjadi hantu penasaran?
Selain Reza Arap, Harusnya Horor juga melibatkan sembilan member AAA Clan. Mereka adalah Arap, Jot, Yuka, Garry, Niko Junius, Aloy, Bravy, Ibot, dan Tepe46.
Baca Juga: Presiden Prabowo Targetkan Produksi Motor Listrik Nasional Capai 2 Juta Unit
Film Harusnya Horor dijadwalkan tayang di bioskop pada 20 Agustus 2026. Kehadiran film tersebut sekaligus menjadi momen untuk mengenang Lula Lahfah melalui karakter Gea yang diperankannya.
Bagi Reza Arap, keberadaan Lula dalam film tidak sekadar menjadi bagian dari cerita. Harusnya Horor juga menjadi salah satu peninggalan karya Lula yang tetap dapat disaksikan penonton setelah kepergiannya.
Melalui film tersebut, Reza memilih untuk tetap merayakan kontribusi Lula tanpa menjadikan kepergiannya sebagai materi promosi. Ia menempatkan peran Lula sebagai bagian dari perjalanan Harusnya Horor sekaligus legacy yang ditinggalkan sang aktris.
Editor : Bayu ShaputraSumber : YouTube yb