RADARSITUBONDO.ID - Cara membuat aquascape untuk pemula tidak cukup hanya dengan menata pasir, batu, tanaman, dan memasukkan ikan ke dalam akuarium.
Ada tahapan yang perlu diperhatikan agar ekosistem di dalam akuarium dapat berkembang dengan baik.
Kesalahan pada tahap awal justru bisa membuat kualitas air bermasalah. Salah satu yang paling sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak ikan ke dalam akuarium baru ketika bakteri pengurai belum berkembang secara optimal.
Akun YouTube/ken dhil menjelaskan prosesnya dimulai dari menyiapkan akuarium, menentukan material yang mudah digunakan, menata lapisan dasar, memilih tanaman, hingga mempersiapkan air sebelum ikan menjadi penghuni akuarium.
Bagi pemula, tahapan tersebut penting dipahami karena aquascape pada dasarnya bukan sekadar membuat akuarium terlihat menarik. Di dalamnya terdapat proses pembentukan ekosistem yang membutuhkan waktu sebelum dapat berjalan secara stabil.
Baca Juga: Trump Naikkan Tarif Drone Asing hingga 100 Persen, Produk China Jadi Sasaran Utama
Akuarium perlu disiapkan terlebih dahulu sebelum material dimasukkan. Letakkan akuarium di atas meja atau permukaan yang benar-benar kokoh untuk menghindari risiko akuarium bergeser maupun mengalami tekanan yang tidak merata.
Bagian bawah akuarium juga disarankan diberi alas. Material seperti styrofoam, kain, atau karet dapat digunakan sebagai lapisan penyangga sebelum proses penyusunan dasar aquascape dimulai.
Setelah akuarium siap, perhatian beralih pada pemilihan substrat. Substrat menjadi bagian penting karena menjadi dasar tempat tanaman tumbuh sekaligus membentuk tampilan utama aquascape.
Beberapa material yang dapat digunakan antara lain pasir Malang, pasir silika, dan soil. Untuk pemula, pasir Malang menjadi salah satu pilihan karena harganya relatif lebih murah dan memiliki warna gelap yang dapat memberikan tampilan berbeda pada akuarium.
Namun, pasir tidak bisa langsung digunakan begitu saja. Pasir Malang perlu dibilas terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel.
Pembilasan dapat dilakukan sekitar dua hingga tiga kali. Setelah itu, pasir disarankan direndam menggunakan air mendidih untuk membantu membersihkan kuman dan parasit sebelum dimasukkan ke dalam akuarium.
Material lain yang dapat ditambahkan adalah batu apung. Batu tersebut dapat menjadi salah satu tempat hidup bakteri baik yang berperan dalam membantu pembentukan ekosistem akuarium.
Sama seperti pasir, batu apung juga perlu dibersihkan sebelum digunakan. Material tersebut dapat direndam menggunakan air mendidih agar lebih siap digunakan dalam susunan dasar aquascape.
Pemilihan tanaman juga tidak kalah penting. Pemula sebaiknya tidak langsung memilih tanaman dengan kebutuhan perawatan tinggi.
Tanaman yang lebih mudah dirawat dapat menjadi pilihan awal, terutama jenis yang tidak membutuhkan intensitas cahaya, CO2, dan nutrisi dalam jumlah tinggi. Dengan begitu, perawatan aquascape dapat dilakukan secara lebih sederhana.
Sebelum tanaman dimasukkan, bagian tanaman juga perlu dicuci terlebih dahulu. Tahap tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan sebelum tanaman ditanam di dalam akuarium.
Baca Juga: Program MBG Disetop Sementara di Wilayah Terdampak, BGN Ikuti Kebijakan PJJ Akibat Erupsi Gunung Ana
Selain material dan tanaman, kondisi air menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan. Air merupakan bagian utama dalam ekosistem aquascape karena menjadi lingkungan tempat ikan dan organisme di dalam akuarium hidup.
Air isi ulang disebut sebagai salah satu pilihan yang dapat digunakan. Namun, penggunaan air tersebut memiliki konsekuensi biaya yang lebih besar.
Pilihan lainnya adalah air tanah yang sudah diendapkan selama 24 jam. Sementara itu, air PDAM juga dapat digunakan dengan catatan perlu diberikan larutan anti-klorin terlebih dahulu.
Kandungan klorin atau kaporit pada air PDAM perlu diperhatikan sebelum air digunakan untuk akuarium. Setelah larutan anti-klorin ditambahkan, air disebut dapat digunakan setelah menunggu sekitar 15 menit.
Pada tahap penyusunan dasar, substrat ditempatkan terlebih dahulu sebagai lapisan paling bawah. Pemilik aquascape juga dapat menambahkan bibit bakteri atau probiotik untuk membantu mempercepat pertumbuhan bakteri baik.
Bibit bakteri tersebut tersedia dalam bentuk bubuk maupun cairan. Setelah ditambahkan, batu apung dapat dimasukkan sebelum kembali ditutup menggunakan pasir Malang.
Pupuk dasar juga dapat digunakan apabila diperlukan untuk menambah nutrisi tanaman. Setelah itu, pasir Malang ditambahkan hingga memiliki ketebalan minimal sekitar lima sentimeter.
Ketebalan tersebut membuat tanaman lebih mudah ditancapkan dan membantu membentuk dasar aquascape sesuai dengan kebutuhan. Setelah seluruh lapisan selesai disusun, air dapat dimasukkan secukupnya terlebih dahulu.
Tanaman kemudian ditanam pada posisi yang sudah ditentukan. Setelah tanaman tertata, akuarium dapat diisi air hingga penuh secara perlahan.
Baca Juga: Raditya Dika Tertahan di Doha, Pesawat Putar Balik Gegara Erupsi Anak Krakatau
Namun, pekerjaan belum selesai setelah air dan tanaman berada di dalam akuarium. Justru pada tahap inilah pemula perlu bersabar sebelum memasukkan ikan.
Akuarium baru belum tentu langsung memiliki kondisi air yang ideal untuk ikan. Bakteri pengurai membutuhkan waktu untuk berkembang dan menjalankan proses biologis yang membantu menjaga kualitas air.
Memasukkan banyak ikan sekaligus ke dalam akuarium baru dapat meningkatkan risiko munculnya masalah. Salah satunya berkaitan dengan kandungan amonia yang masih dapat tinggi ketika bakteri pengurai belum berkembang dengan baik.
Karena itu, ikan sebaiknya tidak langsung dimasukkan setelah aquascape selesai dibuat. Dalam video tersebut, waktu tunggu minimal yang disarankan adalah tiga hari.
Sementara itu, waktu yang disebut lebih ideal adalah sekitar 14 hari untuk memberikan kesempatan berlangsungnya nitrogen cycle. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan ekosistem akuarium sebelum ikan dimasukkan.
Filter maupun aerator dapat dinyalakan untuk membantu proses pertumbuhan bakteri. Setelah memasuki hari ketiga, water change dapat dilakukan secukupnya sebelum ikan mulai dimasukkan.
Pergantian air tersebut membantu mengurangi endapan maupun kotoran yang berada di permukaan. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan agar kondisi akuarium lebih siap sebelum dihuni ikan.
Ikan yang akan dimasukkan juga tidak boleh langsung dilepas begitu saja. Proses adaptasi perlu dilakukan agar ikan dapat menyesuaikan diri dengan suhu air di dalam akuarium.
Adaptasi tersebut disebut dapat dilakukan selama sekitar lima menit. Tahapan sederhana ini penting untuk mengurangi risiko ikan mengalami stres akibat perubahan kondisi lingkungan secara tiba-tiba.
Selain proses adaptasi, jenis ikan yang dipilih juga perlu diperhatikan. Tidak semua jenis ikan dapat dicampurkan dalam satu akuarium karena masing-masing spesies memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber