RADARSITUBONDO.ID - Rasa lapar bisa datang kapan saja, termasuk ketika malam sudah larut dan tubuh seharusnya mulai beristirahat.
Kondisi ini sering membuat seseorang mencari camilan praktis untuk mengganjal perut, mulai dari keripik, biskuit, dan kue hingga makanan cepat saji.
Keinginan makan pada malam hari tidak selalu muncul tanpa sebab. Pola makan yang kurang teratur, asupan nutrisi yang belum mencukupi, hingga kebiasaan tidur terlalu larut dapat memengaruhi rasa lapar. Dalam beberapa kondisi, rasa haus juga bisa disalahartikan sebagai keinginan untuk makan.
Sesekali mengonsumsi camilan pada malam hari bukanlah masalah bagi semua orang. Namun, kebiasaan makan berlebihan menjelang tidur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama jika dilakukan terlalu dekat dengan waktu beristirahat.
Karena itu, penting untuk memahami penyebab rasa lapar sekaligus mengatur pola makan dan tidur. Dilansir dari English Jagran, ada empat cara yang dapat dicoba untuk membantu mengelola rasa lapar tengah malam tanpa mengabaikan kebutuhan tubuh.
Baca Juga: Bhayangkara FC Kehilangan Dua Pemain saat Hadapi PSIM Yogyakarta, Oscar Siapkan Solusi
1. Pastikan Kebutuhan Cairan Terpenuhi
Mencukupi kebutuhan cairan sepanjang hari menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kondisi tubuh. Kekurangan cairan dapat menimbulkan rasa haus yang terkadang sulit dibedakan dari sensasi lapar.
Untuk mengantisipasinya, biasakan minum air putih secara berkala. Jangan hanya menunggu hingga tenggorokan terasa kering atau tubuh menunjukkan tanda-tanda kehausan.
Ketika keinginan makan muncul pada malam hari, cobalah minum air putih terlebih dahulu. Setelah itu, perhatikan kembali kondisi tubuh untuk mengetahui apakah keinginan tersebut benar-benar berasal dari rasa lapar atau hanya haus.
Meski demikian, minum air putih bukan berarti harus digunakan untuk menggantikan makanan. Jika rasa lapar tetap terasa, terutama setelah makan dalam jumlah yang kurang mencukupi, kebutuhan energi tubuh tetap perlu dipenuhi.
2. Terapkan Pola Makan yang Seimbang
Kebiasaan melewatkan waktu makan atau mengonsumsi makanan terlalu sedikit dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lapar menjelang tidur. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika kebutuhan energi tubuh belum terpenuhi sepanjang hari.
Salah satu cara untuk menguranginya adalah membiasakan pola makan teratur dengan menu bergizi seimbang. Asupan harian sebaiknya mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral.
Kombinasi nutrisi tersebut membantu memenuhi kebutuhan tubuh sekaligus mendukung rasa kenyang setelah makan. Dengan demikian, keinginan untuk terus mencari camilan pada malam hari dapat lebih terkendali.
Selain memperhatikan komposisi makanan, waktu makan juga perlu disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari. Menunda makan terlalu lama hingga merasa sangat lapar sebaiknya dihindari, terutama jika kebiasaan tersebut membuat seseorang makan berlebihan pada malam hari.
Rutinitas makan yang konsisten dapat membantu tubuh menyesuaikan diri dengan jadwal aktivitas.
Namun, tidak ada satu jadwal makan yang cocok untuk semua orang. Pengaturan waktu makan sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan energi, aktivitas, dan waktu tidur masing-masing.
Baca Juga: Dewa United Bidik Tiga Poin saat Jamu Persijap Jepara, Osmar Loss Waspada
3. Jangan Abaikan Asupan Protein
Protein menjadi salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi. Selain membantu pemeliharaan jaringan tubuh, protein juga berperan dalam mendukung rasa kenyang setelah makan.
Karena itu, sumber protein sebaiknya menjadi bagian dari menu sehari-hari. Pilihannya cukup beragam, mulai dari telur, ikan, ayam, tahu, tempe hingga kacang-kacangan.
Agar kebutuhan nutrisi lebih terpenuhi, protein dapat dipadukan dengan makanan berserat dan sumber karbohidrat sesuai kebutuhan tubuh.
Kombinasi tersebut membantu membuat menu lebih seimbang dibandingkan hanya mengandalkan makanan ringan yang rendah kandungan nutrisi.
Jika rasa lapar muncul menjelang tidur, camilan dengan kandungan protein dapat menjadi alternatif. Yoghurt dan telur rebus, misalnya, bisa dipilih sesuai selera serta toleransi tubuh.
Meski begitu, mengonsumsi protein saja tidak otomatis menghilangkan rasa lapar tengah malam. Jumlah makanan yang dikonsumsi sepanjang hari, aktivitas fisik, dan kebutuhan energi setiap orang juga perlu diperhatikan.
Baca Juga: Kekeringan Situbondo Meluas, 20 Dusun di 7 Kecamatan Krisis Air Bersih
4. Hindari Begadang jika Tidak Diperlukan
Kebiasaan tidur terlalu larut dapat membuat seseorang memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengonsumsi camilan. Apalagi jika waktu malam dihabiskan dengan aktivitas yang memicu kebosanan atau kelelahan, keinginan untuk ngemil bisa semakin sering muncul.
Selain itu, kurang tidur dapat memengaruhi mekanisme pengaturan nafsu makan. Pada sebagian orang, kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya keinginan mengonsumsi makanan tertentu, terutama makanan yang tinggi gula atau lemak.
Untuk mengurangi kebiasaan tersebut, cobalah mempertahankan jadwal tidur yang teratur dan memberikan waktu istirahat yang cukup. Mengurangi aktivitas yang tidak perlu hingga larut malam juga dapat membantu membangun rutinitas tidur yang lebih baik.
Kebiasaan mengonsumsi camilan hanya karena masih terjaga perlu diperhatikan. Sebelum mengambil makanan, kenali terlebih dahulu apakah tubuh benar-benar membutuhkan asupan tambahan atau keinginan makan muncul karena bosan.
Namun, bukan berarti rasa lapar harus selalu ditahan hanya karena waktu tidur sudah dekat. Jika memang membutuhkan makanan, pilih camilan dengan porsi wajar dan kandungan nutrisi yang sesuai.
Editor : Bayu ShaputraSumber : berbagai sumber