RADARSITUBONDO.ID – Sejumlah orang tua siswa mengkritik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 514 Kotakan. Ini karena adanya buah yang sudah busuk namun tetap diberikan kepada penerima manfaat.
Program makan bergizi gratis seharusnya memberikan dampak positif bagi siswa dengan memperhatikan kualitas menu yang disajikan. Namun, jika penyajiannya dilakukan secara asal-asalan, program tersebut dinilai tidak akan memberikan manfaat maksimal dan justru berpotensi membuang anggaran.
“Anak saya membawa pulang MBG, ternyata buahnya busuk. Kok seperti ini kualitas MBG?” kata Ahmad, salah seorang wali murid yang mengeluhkan program tersebut, Kamis (26/2).
Dia menjelaskan, buah yang diterima anaknya berupa salak dalam kondisi busuk, tidak layak dikonsumsi. Menurutnya, dengan anggaran program yang cukup besar, kualitas menu seharusnya lebih diperhatikan.
Dia khawatir jika tidak ada pengecekan detail, kejadian serupa bisa terulang dan berisiko bagi kesehatan siswa. “Iya, siapa yang mau makan kalau busuk? Tidak layak dikonsumsi,” imbuhnya.
Ahmad menambahkan, lebih dari 90 persen penerima manfaat disebutnya mengeluhkan persoalan serupa. Namun hingga kini, ia menilai belum ada perbaikan yang signifikan. Ia bahkan siap membuktikan keluhannya apabila dianggap mengada-ada. “Kalau ini dianggap mengada-ada dan diminta bukti, saya siap membuktikan. Bahkan saya berani mendatangi dapurnya jika komplain ini tidak diterima,” tegasnya.
Dia berharap program yang bersumber dari anggaran negara tersebut benar-benar dimaksimalkan untuk kepentingan siswa.
Menurutnya, risiko yang ditimbulkan cukup besar apabila makanan yang tidak layak konsumsi sampai dimakan oleh anak-anak. “Kalau ini ketahuan busuk, ya tidak dimakan. Tapi kalau tidak ketahuan dan tercampur dengan makanan lain, bagaimana?” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kotakan, Alib Yugo Nugroho, menyampaikan pihaknya menerima keluhan tersebut sebagai bahan evaluasi. Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam memastikan kualitas makanan sebelum didistribusikan. “Terima kasih atas informasinya. Ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan lebih berhati-hati dan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh penerima manfaat. Harapan kami, jika memang ada hal yang kurang berkenan, dapat dikomunikasikan dengan baik,” ujarnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono