Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mundur dari Komisaris Utama Pertamina Gegara Dukung Ganjar-Mahfud, Segini Gaji yang Ditinggalkan Ahok

Ali Sodiqin • Sabtu, 3 Februari 2024 | 18:51 WIB
Basuki Tjahaja Purnama
Basuki Tjahaja Purnama

RadarBanyuwangi.id – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mundur dari jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Hal ini sebagaimana disampaikan Ahok melalui akun Instagram pribadi @basukibtp, pada Jumat, 2 Februari 2024.

"Unggahan ini merupakan bukti tanda terima Surat Pengunduran Diri saya sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) yang saya serahkan hari ini, 2 Februari 2024," kata Ahok.

Mantan Gubernur DKI Jakarta menyebut keputusan mundur ini karena mendukung calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3, yaitu Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

"Dengan ini, saya menyatakan mendukung serta akan ikut mengkampanyekan pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Hal ini agar tidak ada lagi kebingungan terkait arah politik saya," ujarnya.

Lalu, berapa gaji Ahok saat menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina? Apakah lebih besar dari gaji Gubernur DKI Jakarta?

Terkait gaji sebagai gubernur maupun Komut Pertamina, Ahok pernah mengungkapkannya melalui siaran langsung di Instagram bersama Andy F. Noya, sekitar tiga tahun lalu.

Dalam siaran tersebut, Andy mempertanyakan pekerjaan baru Ahok setelah bebas dari penjara.

Ya, Ahok pernah dipenjara selama dua tahun gara-gara kasus dugaan penistaan agama.

Kepada Andy F. Noya, Ahok membandingkan gajinya saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Ahok, tentu gajinya sebagai Komut Pertamina jauh lebih besar dibanding saat menjadi Gubernur DKI.

"Kalau gajinya gubernur cuma Rp 7 juta lebih sebulan. Tunjangan uang makan kira-kira Rp 30 juta, memang ada semua. Ada mobil, supir. Tapi kalau di Pertamina, kita dapet Rp 170 juta gaji," kata Ahok, seperti dikutip JawaPos.com, Jumat (2/2).

Namun, Ahok mengaku menjadi gubernur lebih menyenangkan dibandingkan menjadi Komisaris Pertamina.

Kata Ahok, ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta, dirinya bisa menolong banyak orang dengan dana operasional. Sementara saat menjadi komisaris Pertamina tidak bisa.

"Jadi gubernur lebih enak karena bisa nolong orang banyak. Saya punya dana operasional itu satu bulan kita pakai Rp 3 miliar untuk bantu orang miskin. Langsung saya transfer ke rekening masing-masing. Bahkan, tanpa Wagub, itu bisa Rp 4 miliar lebih dana operasional dalam satu bulan. Kita bisa bantu apa saja ke masyarakat membutuhkan," jelasnya.

"Terutama yang ijazahnya nyangkut ya, kadang-kadang ada orang ijazah nyangkut, butuh beli obat, BPJS. Itu tiap pagi datang orang minta bantuan, kita kasih saja," imbuh Ahok. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Ahok #Ganjar-Mahfud #mundur #Komisaris Utama #gaji #dki jakarta #basuki tjahaja purnama #gubernur #pertamina