RadarSitubondo.id – Jalur penyeberangan dari pelabuhan Jangkar Situbondo menuju Lombok resmi beroperasi permanen.
Rute penyeberangan dari Situbondo ini resmi beroperasi sejak Agustus 2023 lalu, namun pada Januari 2024 baru dioperasikan secara permanen.
Lintasan Jangkar-Lembar ini menggantikan rute sebelumnya yaitu Ketapang Banyuwangi.
Akan tetapi kini lintasan tersebut resmi dialihkan ke pelabuhan Jangkar Situbondo dengan mengoperasikan beberapa armada.
Adapun kapal-kapal yang saat ini melayani rute Jangkar-Lembar yaitu KMP Jambo X milik PT Duta Bahari Menara Line, KMP Tunu Pratama 5888 milik PT Raputra Jaya, serta KMP Parama Kalyani milik PT Jemla Ferry.
Namun, pengoperasian lintasan baru ini seolah menjadi musibah baru bagi para pedagang di sekitar pelabuhan.
Betapa tidak, pelabuhan Jangkar yang bisa dikatakan naik kelas dalam skala melayani rute pelayaran juga berdampak pada pedagang.
Salah seorang pedagang yang enggan disebut namanya mengatakan sewa tempat untuk berjualan di pelabuhan Jangkar naik hampir 9x lipat.
"Kami diminta untuk membayar sewa tempat mulai tahun ini Rp 10 juta pertahun. Padahal biasanya kami cukup membayar Rp 1,5 juta per tahunnya,” bebernya seperti yang dikutip dari Jawa Pos, Kamis 8 Februari 2024.
Pedagang tersebut mengatakan, ia harus membayar sewa dengan nominal yang disebutkan di atas pada ASDP selaku pengelola.
Jika tidak dibayarkan sesuai ketentuan terbaru, maka ia tidak diperkenankan berjualan di area pelabuhan lagi. (muhammad khoirul rizal)
Editor : Bayu Saksono