RadarSitubondo.id – Pelayanan jasa angkutan laut di Pelabuhan Jangkar Situbondo dikeluhkan penumpang.
Sebab, warga yang akan mudik ke Madura kebingungan lantaran tidak bisa naik kapal meskipun sudah punya tiket. Ini disebabkan sudah penuh penumpang.
Salah satu penumpang kapal, Anton mengatakan, meskipun sudah memiliki tiket untuk pulang ke Madura, namun dirinya tidak bisa berangkat. Itu terjadi karena petugas melarang untuk naik kapal lantaran sudah terisi penuh.
“Pas kemarin (Minggu) mau naik kapal kata petugas tidak bisa. Kapal sudah penuh banyak penumpangnya,” ujarnya, Senin (1/4).
Anton mengaku terkejut ketika tidak bisa naik kapal sesuai dengan jadwal tiket yang sudah dibeli. Meskipun sudah menunjukkan bukti tiket yang sudah dibeli beberapa hari lalu, dirinya dicegat dan tidak diperbolehkan masuk ke kapal.
“Tetap dilarang oleh petugas (masuk kapal). Jadi meskipun sudah saya tunjukkan tiketnya, mereka tidak memperbolehkan saya masuk. Saya pun heran kenapa tidak bisa masuk kapal,” jelasnya.
Selain itu, Yusuf penumpang lain menaruh kecurigaan buruk kepada petugas di Pelabuhan. Ada dugaan petugas sengaja memperioritaskan penumpang lain.
Yakni mereka yang bisa saja menyogok petugas agar mereka bisa lebih awal pulang kampung.
“Kalau mau berangkat duluan harus bayar lebih. Tapi kalo tidak mau bayar lebih, berangkatnya tertunda,” ucapnya.
Yusuf mengaku, kasus tersebut terjadi menjelang ramainya penumpang yang akan mudik ke Kepulauan Madura.
Momen tersebut dijadikan kesempatan petugas pelabuhan untuk mendapatkan tip dari para pemudik.
“Misalnya harga tiketnya Rp 65 ribu ke Madura, itu mereka bayar Rp 100 ribu kadang lebih. Maka yang melakukan hal itu diutamakan berangkat meskipun tiketnya baru saja beli di Pelabuhan,” jelasnya.
Dikatakan, bahwa meskipun pembelian tiket dilakukan secara online, namun transaksi pembayarannya masih manual.
Sehingga peluang kasus sogok menyogok masih sangat memungkinkan terjadi.
“Faktanya saya sendiri sudah punya tiket tapi tidak bisa berangkat. Padahal ada juga penumpang lain yang baru saja beli tiket, tapi dia sudah berangkat. Sedangkan saya?,” ungkapnya.
Sementara itu, Humas PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP), Roodhin memastikan bahwa jajarannya tidak melakukan perbuatan yang merugikan para penumpang.
Bahkan, penjualan tiket kapal sudah diberlakukan secara online. Sehingga seluruh tranksasinya dilakukan online.
“Kan transakinya sudah online, maka bayarannya online juga. Dan, kami juga sudah menghimbau kepada penumpang kapal agar melakukan pemesanan tiket secara mandiri,” ucapnya.
Roodhin mengklaim, bahwa petugas ASDP bekerja sesuai dengan standart operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Sehingga dapat dipastikan penjualan tiket berjalan sesuai dengan prosedur dan tidak mempersulit penggunan jasa.
“Kami tidak jual tiket di Pelabuhan. Kalau pun masalahnya terjadi ketika mau masuk kapal, itu bukan kewenangan kami, melainkan petugas perusahaan pelayaran masing-masing,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin