Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pemudik Berhari-Hari Terlantar, Menko PMK Datangkan Dua Kapal Bantuan ke Jangkar Situbondo

Iwan Feriyanto • Senin, 8 April 2024 | 17:57 WIB
Para pemudik memasuki kapal bantuan Kemenhub yang didatangkan Menko PMK, di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Minggu (7/4).
Para pemudik memasuki kapal bantuan Kemenhub yang didatangkan Menko PMK, di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Minggu (7/4).

RadarSitubondo.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mendatangkan dua unit kapal bantuan milik TNI-AL dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ke Pelabuhan Jangkar.

Ini setelah dirinya mengetahui langsung banyak penumpang tujuan Kepulauan Madura yang terlantar di Situbondo karena tidak mendapatkan kapal.

Menko PMK, Muhajir Effendy memantau aktivitas mudik lebaran di Pelabuhan Jangkar, Sabtu (6/3) lalu.

Dia mendapat masukan langsung dari pemudik. Mereka mengaku sudah berhari-hari tinggal di pelabuhan lantaran tidak mendapat  tiket kapal.

“Ada sekitar 300 orang yang menunggu tiket keberangkatan di Pelabuhan Jangkar. Dan saya sudah telepon Pak KASAL, Laksamana Muhammad Ali, dan beliau menyanggupi akan mengirim satu kapal hari ini (Sabtu lalu). Kemudian, ada lagi tambahan kapal dari Kemenhub yang diperbantukan untuk mengangkut penumpang mudik,” ujarnya, Minggu (7/4).

Menko Mudhadjir meminta, agar para pemudik tetap tertib selama berada di Pelabuhan Jangkar.

Sebab, butuh waktu untuk mendatangkan kapal bantuan ke Pelabuhan Jangkar.

Namun yang terpenting adalah pemudik dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk pulang kampung.

“Kapal bantuan akan segera datang. Lalu diatur baik-baik. Yang terpenting semua calon penumpang kapal bisa terangkut untuk pulang kampung dan dapat melaksanakan lebaran di rumah,” jelasnya.

Selain itu, Menko Muhadjir mengingatkan, agar penyedia jasa angkutan laut dapat mempersiapkan kapal cadangan ketika menjelang mudik lebaran.

Ini untuk mengantisipasi tingginya minat pemudik yang akan melintas di Pelabuhan Jangkar.

Sehingga, pengguna jasa tidak kesulitan apalagi menunggu lama di area Pelabuhan dengan tidak ada kepastian.

“Bagi penyedia layanan jangan menyediakan kapal terbatas. Kapal cadangan itu perlu untuk dapat mengangkut penumpang yang jumlahnya besar. Sehingga, mereka tidak lagi harus menunggu lama di pelabuhan akibat kapal yang terbatas,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu penumpang kapal, Hasuri mengatakan, dirinya kesal dengan pelayanan di Pelabuhan Jangkar.

Sebab, sudah lima hari menunggu kepastian untuk pulang kampung namun belum juga terlaksana.

“Saya sudah lima hari bersama keluarga bermalam di Pelabuhan Jangkar. Mau beli tiket juga belum berhasil, dan tidak tahu  bagaimana nasib kami ini?,” ucapnya.

Hasuri berharap, petugas lebih jelas memberikan informasi kepada calon penumpang kapal. Khususnya tiket kapal yang disediakan pihak pelabuhan.

Sebab, minimnya informasi berakibat banyak pemudik yang tidak bisa pulang kampung.

“Makanya kami berharap, tidak ada lagi penumpukan penumpang di Pelabuhan Jangkar. Sebetulnya yang kami inginkan adalah tiket mudah dan kapal tersedia. Meskipun bayar tidak masalah asalkan jangan dipersulit,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #menko pmk #madura #muhadjir effendy #Kemenhub #mudik #Pelabuhan Jangkar #terlantar