RadarSitubondo.id - Banyak buku-buku sejarah yang mengupas tentang jalan Anyer - Panarukan.
Jalan sepanjang 1000 KM tersebut merupakan akses jalan nasional (pantura) yang dibangun pada pemerintahan Belanda.
Jalan tersebut dikenal dengan sebutan jalan Daendels karena dibangun di masa pemerintahan Gubernur Jendral Herman Willem Daendels tahun 1807.
Untuk membangun jalan tersebut, pemerintah Belanda mempekerjakan orang pribumi.
Bahkan mereka bekerja tanpa diberi upah dan mengalami penyiksaan.
Potret kelamnya perjuangan bangsa tersebut kemudian dibangunkan sebuah monumen.
Monumen tersebut berada di titik 1000 KM yang terletak di Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan.
Dalam monumen tersebut terdapat tugu udang yang mempunyai arti tersendiri.
Dilansir dari laman Bappeda Situbondo, awalnya monumen yang memiliki warna dominan putih ini adalah tugu udang sebagai penanda.
Udang dipilih karena Panarukan adalah salah satu penghasil budidaya udang air payau.
Sampai saat ini, monumen tersebut tetap berdiri kokoh di jalan pantura Panarukan.
Monumen jalan Daendels berada tepat di sebelah barat SPBU Panarukan di selatan jalan. (*)
Editor : E. Irwan Suryanto