RadarSitubondo.id – Sejumlah jamaah haji Situbondo menggunakan kendaraan kursi roda dan scooter saat melaksanakan tawaf ifadah di Tanah Suci Makkah.
Penggunaan kendaraan tersebut untuk menjaga kondisi kesehatan jamaah yang memiliki resiko tinggi (resisting) terhadap penyakit jantung, paru-paru dan lainnya.
Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) SUB kelompok terbang (kloter) 53, dr. Faradis Karmilah mengatakan, ada belasan jamaah haji asal Situbondo yang menggunakan alat bantu saat tawaf ifadah.
Kendaraan tersebut disediakan khusus bagi jamaah yang membutuhkan.
“Kenapa harus menggunakan kendaraan tersebut? karena apabila melakukan aktivitas jalan jauh berkilo-kilo meter khawatir penyakitnya akan kambuh,” ujarnya, Selasa (25/6).
Dikatakan, bahwa petugas mewanti-wanti agar jamaah resisting lebih menjaga kesehatan dirinya. Ini bertujuan agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar hingga selesai.
dr. Faradis menyampaikan, sebelum melaksanakan tawaf ifadah para jamaah diperiksa kesehatannya terlebih dahulu oleh petugas.
Sehingga jamaah yang kondisinya sehat dapat melakukan tawaf jalan kaki, kemudian yang resisting direkomendasikan menggunakan kendaraan tersebut .
“Kalau yang resisting dipaksa tawaf jalan kaki keadaannya tidak memungkinkan lantaran akan berdesak-desak dengan jamaah haji lainnya. Karena jamaah lain yang melakukan tawah di Kakbah sangat padat. Khawatir mereka kelelahan,” jelasnya.
Sedangkan ketika menggunakan kendaraan scooter maupun kursi roda, ada jalur khusus yang bisa dilalui.
Yakni di lantai dua dan lantai tiga. Lintasannya pun aman karena tidak padat dengan jamaah lainnya.
“Kita ikut mendampingi bagi jamaah yang menggunakan kendaraan scooter atau kursi roda. Jadi mereka tidak jalan sendiri saat tawaf,” katanya.
dr. Faradis menambahkan, kondisi kesehatan para jamaah haji Situbondo masih stabil.
Sehingga seluruh rangkaian pelaksanaan rukun haji dapat dilalui dengan lancar. Bahkan tidak ada jamaah haji yang meninggal dunia.
“Tidak ada (yang meninggal). Alhamdulillah sehat dan selamat semua,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin