RadarSitubondo.id - Sekelompok orang yang tergabung dalam perguruan silat (PSHT) mengeroyok polisi hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Satu anggota polisi mengalami luka cukup parah dan harus mendapat perawatan intensif.
Kasus pengeroyokan perguruan silat pada anggota polisi ini sekarang menjadi trending di berbagai media sosial khususnya X.
Sampai Selasa siang (23/7) keyword PSHT masih trending dengan menampilkan beberapa kronologi.
Dikutip dari akun X @creepy_room_, disebutkan sebanyak 5 orang anggota polisi menjadi sasaran PSHT.
Kejadian tersebut bermula saat kelima anggota Polsek Kaliwates melakukan patroli dan menemukan kelompok PSHT sedang bergerombol menutup jalan.
Mereka menutup jalan di Simpang Tiga Transmart Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates, Jember.
Anggota Polsek Kaliwates yang berpatroli akhirnya menghimbau kepada para pesilat agar tidak menutup jalan.
Akan tetapi, justru mereka melakukan pengeroyokan. Massa PSHT mengeroyok seorang polisi yang turun langsung.
Aipda Parmanto Indrajaya menjadi korban yang mengalami luka cukup parah. Tidak hanya itu, anggota yang ada di dalam mobil juga dilempari dengan batu.
Wakapolres Jember, Kompol Jimmy Manurung memberikan pernyataan tegas, agar para pelaku segera menyerahkan diri.
"Saya memberikan peringatan 1x24 jam agar PSHT Jember menyerahkan para pelaku. Jika tidak dilaksanakan, jangan salahkan petugas akan ambil tindakan tegas terukur," tegasnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin