RadarSitubondo.id - Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Surabaya Timur, Wiwik Wahyuningsih, merasa terkejut mendengar kabar tentang penarikan iuran dari warga yang mencapai angka puluhan juta rupiah di SMP dan SMA Kristen Petra 2 Surabaya.
"Saya tidak habis pikir bisa sampai angka puluhan juta rupiah," ungkap Wiwik seperti dikutip JawaPos.com di Surabaya.
Ia berharap angka fantastis Rp 35,5 juta tersebut bisa dikaji ulang oleh warga Manyar Tirto Surabaya, mengingat sekolah seharusnya bukan lembaga yang mencari keuntungan.
Wiwik mengingatkan bahwa sekolah seharusnya fokus pada pendidikan, bukan profit. "Sekolah bukan lembaga profit yang mencari keuntungan," tambahnya.
Menurut informasi yang dihimpun JawaPos.com, iuran di SMP dan SMA Kristen Petra 2 mengalami kenaikan sejak 2017.
Pada tahun tersebut, iuran ditetapkan sebesar Rp 17,5 juta. Hal ini berbeda jauh dengan iuran di lembaga Petra lainnya di Jemursari Surabaya yang hanya Rp 10 juta.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji juga menyatakan kegeramannya setelah menerima aduan terkait permintaan uang keamanan kepada warga Manyar Surabaya. Ia menegaskan bahwa jalan yang dilalui telah menjadi milik Pemkot Surabaya sejak tahun 70-an. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi