RadarSitubondo.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan melakukan sterilisasi jalur secara intensif.
Langkah tegas ini dilakukan untuk memastikan jalur kereta api bebas dari segala potensi bahaya, termasuk perilaku warga yang masih sering membuang sampah sembarangan, membuat perlintasan liar, dan bahkan membakar sampah di sepanjang jalur rel.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa daerah sekitar rel kereta harus benar-benar steril dari aktivitas yang membahayakan.
"Membuang sampah, membuat perlintasan liar, atau membakar sampah di jalur kereta bisa membahayakan perjalanan kereta yang membawa ribuan penumpang," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya ini, KAI telah berkolaborasi dengan pihak kelurahan, Polsek, dan Satpol PP untuk menggelar aksi bersih-bersih di sepanjang jalur rel dari Stasiun Kemayoran hingga Stasiun Tanjung Priok pada Rabu (7/8).
Tak hanya itu, di hari yang sama, KAI juga menutup beberapa perlintasan liar yang kerap digunakan warga tanpa izin.
Lokasi penutupan tersebut termasuk area di bawah jembatan layang Pasar Natar, Lampung Selatan, serta perlintasan liar di JPL 260, Desa Luwunggede, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Cirebon.
"Sterilisasi ini tidak hanya untuk mendukung keselamatan kereta api, tapi juga untuk memastikan penumpang merasa aman dan nyaman saat menggunakan layanan KAI," imbuh Anne.
Langkah-langkah tegas ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga keamanan di sekitar jalur kereta api. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi