RadarSitubondo.id – Ada temuan BMKG yang mengejutkan bagi warga Situbondo dan Probolinggo.
BMKG menemukan adanya sesar aktif di perut bumi yang letaknya berada di perbatasan Kabupaten Situbondo dan Probolinggo.
BMKG menyebut, sesar tersebut akan berdampak pada potensi bahaya gempa yang akan melanda.
Selain itu, bahaya lain yang mungkin ditimbulkan ialah goncangan, retakan permukaan, longsor, dan likuifaksi.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Rahmat Triyono, ST., Dipl. Seis, M.Sc, ia mengatakan sesar aktif ini cukup berbahaya.
"Dampak nyata dari kejadian gempa bumi akibat dari keberadaan sesar-sesar aktif di darat salah satunya terjadi di Kabupaten Cianjur, provinsi Jawa Barat, pada 21 November 2022 yang menimbulkan jatuhnya banyak korban jiwa dan kerugian material yang tidak sedikit,” ujarnya yang dikutip dari Jawa Pos, Senin (19/8).
Sesar aktif yang ditemukan berada di antara tiga kabupaten. Hal itu berdasarkan data gempa bumi BMKG sejak 2016-2024 mencatat adanya gempa mikro di daerah Probolinggo – Situbondo - Bondowoso yang mengindikasikan adanya sesar aktif pada wilayah tersebut.
Untuk mitigasi, BMKG bekerja sama dengan berbagai institusi terkait melaksanakan kegiatan Kajian Sesar Aktif untuk wilayah Jawa Timur yang berfokus pada sesar Probolinggo-Situbondo.
Adapun tujuannya untuk memahami dan mempelajari karakteristik dan mekanisme dari sesar tersebut.
”Pada kegiatan ini akan dilakukan pemetaan yang komprehensif terhadap sesar aktif untuk mengetahui posisi, geometri, dan wilayah patahan sesar, dari tingkat kabupaten hingga desa,” tambahnya.
Pemetaan penting karena untuk memahami potensi bahaya gempa bumi di wilayah yang terdeteksi.
Kemudian juga sebagai mitigasi risiko bencana dan mempertimbangkan dampaknya yang signifikan bagi masyarakat. (*)
Editor : Ali Sodiqin