RadarSitubondo.id - Mungkin sebagian di antara kita banyak yang belum mengenal sosok Bindere Miskun.
Namanya masih sangat asing. Padahal ia adalah santri yang menemani KHR As'ad Syamsul Arifin untuk berperang.
Bindere Miskun juga terlibat atas pertempuran di Surabaya karena ia merupakan bagian dari pasukan yang dibentuk oleh Kiai As'ad.
Tak banyak cerita tentang Bindere Miskun, hanya saja dilansir dari laman resmi pesantren, Sukorejo.com, Bindere Miskun dulunya merupakan santri nakal di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo Situbondo.
KHR As'ad sendiri paham betul bagaimana kenakalan Bindere Miskun di pesantren.
Berikut adalah sedikit cerita mengenai sosok Bindere Miskun yang juga terlibat berjuang bersama Kiai As'ad.
Bindere Miskun, termasuk Pelopor senior era Kiai As’ad. Ia santri Sukorejo, masih famili dengan Kiai As’ad. Ia selama di pesantren termasuk santri nakal.
Karena kenakalan ia bisa membawa keberuntungan, sebab KHR As’ad mampu membaca potensi kenakalan Bindere Miskun.
Ia diberinya tanggung jawab merekrut tokoh orang-orang nakal di pelosok pedesaan.
Bindere Miskun ditugaskan mencari tokoh bajingan dan membawanya ke Ponpes Sukorejo.
Kemudian, sebelum terjun ke lapangan untuk berperang, KHR As’ad memberinya semacam kursus singkat.
Bindere Miskun menaklukkan tokoh bajingan, dengan kesukaan dan kesenangan mereka.
Dimana saat itu para bajingan senang berjudi, Bindere Miskun pun ikut berjudi dan kerap menang.
Karena selalu menang, mereka menanyakan ajimat kemenangannya. Bindere Miskun menjawab, ia tidak memiliki jimat, namun memiliki seorang guru.
Jika mereka tertarik, Bindere Miskun bersedia mengantarkan mereka untuk nyabis ke sang guru.
Bindere Miskun kemudian mengantarkan mereka ke Kiai As’ad. Inilah yang kemudian membuat para bajingan itu menjadi santri dan ikut berjuang melawan penjajah bersama KHR As'ad Syamsul Arifin. (*)
Editor : Ali Sodiqin