RadarSitubondo.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan rasa herannya atas ramainya perbincangan tentang dirinya di media sosial usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah syarat pencalonan kepala daerah pada Pilkada Serentak 2024.
Dalam sambutannya di penutupan Munas XI Partai Golkar di Jakarta Convention Center (JCC), Jokowi menyoroti fenomena ini dengan nada terkejut.
“Dalam beberapa hari terakhir, media sosial penuh dengan polemik terkait Pilkada, tetapi yang aneh, netizen justru ramai membicarakan 'Si Tukang Kayu,'” ujar Jokowi dengan heran, merujuk pada julukan yang sering disematkan kepadanya.
Jokowi menekankan bahwa keputusan perubahan batas usia calon kepala daerah merupakan wewenang MK, namun ia merasa aneh karena banyak yang justru menyalahkan dirinya di dunia maya.
"Padahal kita semua tahu, itu keputusan MK, tapi yang dibahas tetap si Tukang Kayu," ungkapnya.
Presiden Jokowi juga menyinggung soal sidang Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang menyepakati revisi UU Pilkada dengan memilih mengikuti putusan Mahkamah Agung (MA), bukan putusan MK.
Namun, meski merasa heran, Jokowi menganggap hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
“Tetap saja, saya yang disalahkan, padahal itu wilayah legislatif. Tapi, saya tak ambil pusing, ini adalah bagian dari warna-warni demokrasi,” tambahnya dengan nada ringan.
Jokowi pun mengajak semua pihak untuk menghormati keputusan MK dan DPR RI, dan menyerahkan kepercayaan kepada lembaga yang memiliki wewenang sesuai dengan konstitusi.
"Mari kita hormati proses ini," pungkasnya dengan tegas. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi