Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mangga Arum Merah Situbondo Masuk Nominasi IGA 2024, Tim Penilai Kemendagri Lakukan Validasi Lapangan

Iwan Feriyanto • Jumat, 15 November 2024 | 12:57 WIB
Tim Validasi Lapangan Kemendagri bersama Pemkab meninjau lokasi lahan mangga premium Arum Merah di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan.
Tim Validasi Lapangan Kemendagri bersama Pemkab meninjau lokasi lahan mangga premium Arum Merah di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan.

RadarSitubondo.id – Pengembangan varietas mangga premium Arum Merah di Kabupaten Situbondo menjadi nominasi penghargaan Inovasi Goverment Award (IGA) tahun 2024 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Saat ini sudah memasuki penilaian tahap akhir. Untuk kepentingan tersebut, tim validasi lapangan Kemendagri RI berkunjung ke Kabupaten Situbondo Senin (11/11) lalu.

Mereka terjun langsung ke lahan pengembangan Arum Merah di Blok Pondasi UPT Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan.

Para juri terdiri dari Maman Wijaya, Subkhan Awaludin dan Maria Mau Sari (perwakilan Kementerian PMK) dan Arzad Sectio (dari BKSDN Kemendagri).

Pj. Bupati Situbondo, Dr. Mhd Aftabuddin Rijaluzzaman, S.pt, M.Si mengatakan, pencapaian nominasi IGA 2024 merupakan hasil dari inovasi Pemkab Situbondo yang berkelanjutan dalam sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Salah satu terobosannya adalah pengembangan varietas mangga premium Arum Merah, yang merupakan mangga asli Situbondo dan hanya ditemukan di Situbondo.

“Pohon Induk Tunggal (PIT) mangga Arum Merah berasal dari Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa. Mangga ini memiliki daya tarik tinggi baik di pasar nasional maupun internasional,” ujarnya.

Disebutkan, Mangga Arum Merah memiliki keunggulan yang khas, seperti ukuran buah cukup besar mencapai 345 - 600 gram perbuah dibandingkan Mangga Arum Biasa yang ukurannya relatif kecil.

Kemudian, produksi cukup tinggi antara 80 -123 kilogram dalam satu pohon dalam satu tahun. Lalu, rasa daging yang manis serta warna merah ketika matang sangat menawan mata.

“Keunggulan lain yang dimiliki Mangga Arum Merah Situbondo, yaitu dapat berbuah dengan siklus yang cepat di umur satu tahun tiga bulan dari waktu penanaman. Jauh lebih cepat dari masa tunggu mangga pada umumnya yang memakan empat sampai delapan tahun dari waktu tanam untuk berbuah,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Afta itu berharap, inovasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sektor pertanian akan membuahkan hasil. Sehingga kehidupan petani ke depan semakin sejahtera.

“Mangga arum merah menjadi salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat posisi Situbondo sebagai pusat agribisnis mangga di Jawa Timur,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #juri #IGA #mangga #varietas #kemendagri #mangga arum merah #penilaian