RADAR SITUBONDO - Proyek strategis nasional (PSN) pembangunan tol Probolinggo - Banyuwangi (Probowangi) disoal.
Pembangunan di paket 2 dan 3 tersebut memberikan dampak buruk karena membuat jalan menjadi rusak.
Jalan rusak ini membuat akses warga terganggu, utamanya warga Kabupaten Probolinggo.
Sebab, karena aktivitas proyek banyak kendaraan berat yang akhirnya membuat jalan sebagai akses warga menjadi rusak.
Baca Juga: Sediakan Tanah Urug untuk Tol Probowangi, Puluhan Tambang Wajib Reklamasi
Tol Probowangi paket 2 sendiri yakni ruas Kraksaan - Paiton, sementara paket 3 yaitu Paiton - Besuki, Situbondo.
Menurut ketua komisi III DPRD Situbondo, pihaknya menunggu janji kontraktor untuk memperbaiki jalan.
Terlebih juga, janji tersebut sudah disepakati sejak tahun 2024 lalu dan sampai sekarang belum terealisasi.
"Beberapa sudah dijanjikan selesai sejak Oktober dan November 2024, tapi hingga kini belum terealisasi,” kata Ketua Komisi III DPRD Probolinggo, Muhammad Al-Fatih.
Baca Juga: Menghitung Hari Tol Probowangi Seksi Seksi 3 Rampung, Ini Target Selesainya di 2025
Terlebih juga, perbaikan yang dilakukan hanya skala kecil dan belum menyeluruh.
“Perbaikan hanya dilakukan secara insidental dan dalam skala kecil sampai saat ini,” tambahnya.
Ia berharap agar perbaikan segera dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.(*)