radarsitubondo - Jalan aspal di Indonesia umumnya terdiri dari beberapa lapisan yang memiliki fungsi dan ketebalan yang berbeda.
Namun secara umum, jalan raya umum terutama yang berkelas jalan nasional biasanya memiliki 4 lapisan atau 4 layers.
Berikut lapisan-lapisan yang biasanya terdapat pada jalan raya aspal di Indonesia:
- Lapisan Penutup (Surface Course): Lapisan ini adalah lapisan paling atas yang langsung bersentuhan dengan kendaraan.
Biasanya menggunakan campuran aspal yang lebih keras dan tahan lama untuk menahan beban lalu lintas yang tinggi.
Jenis campuran yang digunakan adalah aspal campuran panas (Hotmix Asphalt) atau aspal campuran dingin (Cold Mix Asphalt), tergantung pada kondisi cuaca dan lokasi.
- Lapisan Bawah Permukaan (Base Course): Lapisan ini terletak di bawah lapisan penutup dan bertugas untuk memberikan kekuatan serta mendistribusikan beban dari permukaan ke lapisan yang lebih bawah.
Campuran material yang digunakan sering kali berupa agregat kasar dan aspal yang lebih tahan terhadap tekanan dan beban berat.
- Lapisan Subbase: Terletak lebih dalam lagi, lapisan subbase memiliki fungsi untuk menyebarkan tekanan lebih lanjut dan menjaga kestabilan struktur jalan.
Subbase ini biasanya terdiri dari batu pecah atau agregat yang lebih besar.
- Lapisan Subgrade: Merupakan lapisan tanah atau material alam yang berada di bawah lapisan subbase.
Kualitas subgrade sangat mempengaruhi kekuatan jalan.
Oleh karena itu sering dilakukan perbaikan tanah atau stabilisasi untuk meningkatkan kapasitas dukungnya.
Sementara itu, lapisan jalan raya tersebut berbeda dengan lapisan penyusun jalan tol.
Umumnya, ruas jalan tol, terutama jalan-jalan tol baru seperti tol Probowangi yang menghubungkan Probolinggo – Banyuwangi itu memiliki desain dan spesifikasi lapisan yang lebih baik dibandingkan dengan jalan raya biasa.
Ini disebabkan karena jalan tol dirancang untuk menahan lalu lintas kendaraan dengan beban yang lebih berat dan volume yang lebih tinggi.
Berikut 4 perbedaan lapisan jalan tol dengan jalan biasa:
1. Pada jalan tol, lapisan penutup (surface course) sering menggunakan campuran aspal yang lebih tahan lama dan lebih halus dibandingkan dengan jalan biasa.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Dekat Exit Tol Madiun Jawa Timur, Ada yang Buka 24 Jam
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan pengendara, mengurangi kebisingan, serta memastikan ketahanan terhadap beban berat kendaraan.
2. Pada jalan tol, lapisan base course dan subbase umumnya lebih tebal dan lebih padat.
Karena volume dan jenis kendaraan yang melintas lebih berat dan lebih banyak.
Lapisan-lapisan ini dibuat lebih kokoh untuk mendistribusikan beban dengan lebih baik.
3. Bahan yang digunakan pada jalan tol lebih berkualitas dan lebih tahan lama.
Misalnya seperti agregat yang lebih baik, serta pemilihan aspal yang lebih unggul dengan kualitas campuran yang lebih terkontrol.
Kualitas aspal jalan tol sering kali menggunakan aspal modifikasi (modified asphalt) yang lebih tahan terhadap perubahan suhu dan beban berat.
4. Proses pembangunan jalan tol lebih cermat dan presisi dibandingkan dengan jalan biasa.
Pengujian terhadap material dan proses konstruksi dilakukan dengan lebih ketat untuk memastikan ketahanan jalan dalam jangka panjang.
Pembangunan jalan tol dengan teknik presisi ini juga untuk mengurangi kerusakan seperti retakan dan deformasi permukaan. (*)
Editor : Bayu Saksono