radarsitubondo.id – Ruas jalan aspal di Indonesia sering dikabarkan mengalami kerusakan.
Ini menjadi sangat lumrah, karena aspal jalan biasanya sangat rentan rusak bila terus tergerus air hujan.
Karena itu, begitu musim hujan sudah selesai, pihak berwenang sering melakukan pemeliharaan berupa menambal aspal jalan yang berlubang dan rusak.
Seperti yang sedang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sepekan terakhir di jalur Pantura Situbondo.
Sedikitnya ada 4 kecamatan di Situbondo, dengan ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan.
Mulai dari Kecamatan Banyuglugur, Kecamatan Besuki, Kecamatan Mlandingan, dan Kecamatan Bungatan.
Apalagi, di sekitar Besuki dan Banyuglugur sedang hilir mudik kendaraan proyek tol Probowangi yang menghubungkan Probolinggo ke Banyuwangi.
Karena itu, ada baiknya masyarakat sekitar ikut memantau proses perbaikan jalan aspal di jalur tersebut.
Sekadar diketahui, penambalan aspal jalan memerlukan teknik yang benar.
Ini dilakukan agar hasilnya tahan lama dan aman.
Berikut adalah langkah-langkah yang umum dilakukan untuk menambal aspal jalan:
- Persiapan Lokasi
- Identifikasi Kerusakan: Pastikan untuk mengidentifikasi area yang rusak dan tentukan ukuran serta bentuk tambalan yang diperlukan.
- Tutup Jalan atau Beri Tanda Peringatan: Karena penambalan dilakukan di jalan raya, pastikan ada rambu peringatan yang jelas untuk menghindari kecelakaan. Jika perlu, lakukan penutupan sementara di area yang rusak.
- Bersihkan Area yang Rusak: Bersihkan area yang akan ditambal dari kotoran, pasir, dan material lain yang dapat mengganggu proses penambalan. Gunakan penyedot debu, air bertekanan tinggi, atau alat penyapu untuk membersihkan permukaan.
- Persiapan Alat dan Bahan
- Aspal atau Campuran Aspal: Siapkan aspal yang sesuai, bisa berupa aspal cair atau campuran aspal panas (Hot Mix Asphalt) yang sudah disiapkan sebelumnya.
- Alat Penambal: Gunakan alat seperti sekop, kereta dorong, atau alat lainnya untuk memindahkan aspal panas ke area yang rusak.
- Peralatan Pemadat: Alat pemadat seperti roller atau pemadat tangan (manual) diperlukan untuk meratakan dan memadatkan aspal.
- Penggalian dan Pemotongan Area Rusak
- Gali dan Bersihkan Kerusakan: Jika ada bagian aspal yang pecah atau terkelupas, lakukan pemotongan area yang rusak menggunakan alat pemotong aspal atau jackhammer. Pastikan tepi tambalan berbentuk rata dan bersih dari material yang tidak diinginkan.
- Bentuk Permukaan yang Rata: Setelah penggalian, pastikan dasar dan tepi area yang rusak rata dan tidak ada material yang longgar.
- Pemanasan dan Pencampuran Aspal
- Pemanasan Aspal: Aspal panas harus dipanaskan hingga suhu yang sesuai (biasanya antara 150-180°C) untuk memastikan kinerjanya optimal dan mudah diterapkan.
- Pencampuran Aspal: Jika menggunakan campuran aspal, pastikan aspal dan agregat tercampur dengan proporsi yang tepat. Untuk aspal cair, cukup aplikasikan secara langsung pada area yang telah disiapkan.
- Penerapan Aspal ke Area Rusak
- Tumpahkan Aspal ke Lubang: Setelah aspal dipanaskan, tumpahkan campuran aspal panas ke area yang rusak, pastikan menutupi seluruh bagian yang rusak secara merata.
- Ratakan dan Padatkan: Gunakan sekop atau alat pemadat untuk meratakan dan memadatkan aspal yang telah ditambahkan. Pastikan permukaan aspal sedikit lebih tinggi daripada permukaan jalan sekitar, karena aspal akan menyusut sedikit saat mendingin.
- Pemadatan Tambalan
- Pemadatan: Gunakan roller jalan atau alat pemadat lainnya untuk memadatkan aspal dan memastikan tambalan terikat kuat dengan permukaan jalan. Proses pemadatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa tambalan memiliki daya tahan yang baik.
- Cek Ketinggian Tambalan: Setelah pemadatan, pastikan permukaan tambalan setara dengan permukaan jalan sekitarnya agar tidak ada cekungan atau tonjolan.
- Penyelesaian
- Pendinginan: Biarkan aspal mendingin dan mengeras secara alami. Jika pekerjaan dilakukan di cuaca panas, proses pendinginan bisa lebih cepat, tetapi pastikan aspal sudah cukup mengeras sebelum kendaraan mulai melintas.
- Pemeliharaan: Lakukan pemeriksaan rutin pada area yang telah ditambal untuk memastikan tambalan tidak rusak atau terkikis seiring waktu.
Selain tujuh langkah penambalan aspal jalan tersebut, jangan lupa untuk memilih waktu penambalan yang tepat.
Hindari penambalan di musim hujan. Karena penambalan sata hujan akan mempengaruhi proses pengeringan dan pemadatan aspal.
Sebaiknya lakukan perbaikan pada cuaca yang cerah dan kering.
Selain itu, gunakan aspal berkualitas tinggi.
Tujuannya agar tambalan aspal menjadi lebih awet tahan lama dan dapat menahan beban lalu lintas yang tinggi.
Dengan mengikuti langkah-langkah dan hal penting tersebut, penambalan jalan aspal dapat dilakukan dengan baik dan memberikan hasil yang kuat tahan lama tidak mudah rusak kembali. (*)
Editor : Bayu Saksono