Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Bayar Non-Tunai Pakai Z-Pass, Jalan Tol di Amerika Serikat Punya 8 Lajur, Ini Perbedaan dengan Tol Indonesia 

Bayu Saksono • Minggu, 16 Maret 2025 | 19:00 WIB
Foto: View tol Probowangi dari ketinggian/ doc Khoirul Rizal
Foto: View tol Probowangi dari ketinggian/ doc Khoirul Rizal

radarsitubondo.id - Jalan tol di Amerika Serikat dan tol di Indonesia memiliki beberapa perbedaan signifikan.

Adanya perbedaan ini sangat wajar, karena system tata kelola lalu lintas serta payung hukum yang berbeda di setiap negara.

Perbedaan jalan tol di kedua negara ini mencakup aspek infrastruktur, pengelolaan, tarif, serta pengalaman pengemudi.

Berikut tujuh perbedaan utama antara jalan tol di Amerika Serikat dengan jalan tol di Indonesia:

  1. Infrastruktur dan Kualitas Jalan

Amerika Serikat: Jalan tol di AS umumnya memiliki kualitas yang sangat baik.

Tol di sana biasanya dibangun dengan menggunakan bahan berkualitas tinggi dan dirawat secara teratur.

Lebar jalan tol di negara Paman Sam cukup besar, dengan beberapa tol memiliki hingga 6 jalur hingga 8 jalur dalam satu arah di daerah padat penduduk atau kota besar.

Desain jalan tol di AS juga mencakup fasilitas lengkap seperti rest area, pom bensin, dan area istirahat yang luas dan nyaman.

Indonesia: Kualitas jalan tol di Indonesia sangat bervariasi.

Beberapa tol, terutama yang baru dibangun, sudah cukup baik dengan material yang cukup baik dan sistem drainase yang baik.

Ini bisa dilihat di ruas jalan tol baru, contohnya yang sedang dibangun yakni jalan tol Probowangi yang menghubungkan Probolinggo ke Banyuwangi.

Namun, ada beberapa ruas tol yang sering mengalami kerusakan, seperti adanya lubang atau pengelolaan yang kurang optimal. Biasanya ini tol yang sudah lama ada.

Lebar jalan tol Indonesia biasanya lebih sempit, terutama di daerah yang belum berkembang.

  1. Pengelolaan dan Pemeliharaan

Amerika Serikat: Jalan tol di AS sebagian besar dikelola oleh badan pemerintah atau pihak swasta yang memiliki peran besar dalam perawatan dan pemeliharaan.

Pemeliharaan tol di Amerika dilakukan secara rutin, dengan standar yang cukup tinggi.

Pemeliharaan ini untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengemudi.

Beberapa jalan tol dikelola secara regional, tergantung pada negara bagian atau kota.

Indonesia: Jalan tol di Indonesia dikelola oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) atau perusahaan swasta yang diberikan konsesi oleh pemerintah.

Pengelolaan dan pemeliharaan tol Indonesia juga cukup baik, tetapi ada beberapa ruas yang belum mencapai standar tinggi dalam pemeliharaan,  yang terkadang menyebabkan kerusakan jalan dan peningkatan biaya perawatan.

  1. Sistem Pembayaran dan Tarif

Amerika Serikat: Di AS, banyak jalan tol menggunakan sistem "open road tolling", yaitu sistem pembayaran non-tunai yang memanfaatkan teknologi transponder (seperti E-ZPass).

Pembayaran tol Amerika dilakukan otomatis tanpa pengemudi harus berhenti.

Tarif tol Amerika bervariasi tergantung pada jenis kendaraan dan jarak yang ditempuh.

Ada juga jalan tol di AS yang gratis, terutama di beberapa negara bagian.

Indonesia: Di Indonesia, sistem pembayaran tol sebagian besar masih menggunakan gerbang tol (gate) yang mengharuskan pengemudi berhenti untuk membayar menggunakan uang tunai atau kartu tol elektronik (e-toll).

Beberapa tol besar sudah mulai mengadopsi sistem pembayaran tanpa berhenti, tetapi masih dalam tahap pengembangan.

Tarif tol di Indonesia juga bervariasi berdasarkan panjang jalan tol dan golongan kendaraan, dengan banyak tol yang membutuhkan biaya tinggi, terutama di kota-kota besar.

  1. Pengalaman Pengemudi

Amerika Serikat: Jalan tol di AS umumnya memberikan pengalaman mengemudi yang lebih nyaman dan efisien.

Lalu lintas di AS cenderung lancar, meskipun ada padatnya lalu lintas di kota besar atau selama musim liburan.

Rest area yang terletak di sepanjang jalan tol di AS juga memberikan kenyamanan bagi pengemudi untuk beristirahat dan mengisi bahan bakar.

Indonesia: Di Indonesia, pengalaman mengemudi di jalan tol bisa sangat bervariasi.

Meskipun jalan tol baru sering memberikan pengalaman mengemudi yang lancar, beberapa tol lainnya mengalami kemacetan parah, terutama selama jam sibuk atau libur panjang.

Tidak jarang pengemudi mengalami antrean panjang di gerbang tol dan kadang ada kecelakaan atau kemacetan yang mengganggu kelancaran perjalanan.

  1. Jumlah dan Distribusi Jalan Tol

Amerika Serikat: Jalan tol di AS sudah sangat terintegrasi di seluruh negeri, dengan ribuan mil jalan tol yang menghubungkan berbagai kota dan negara bagian.

Jalan tol di AS dirancang untuk mendukung mobilitas jarak jauh, dan sistem jalan tol antar negara bagian sangat luas.

Indonesia: Di Indonesia, jumlah jalan tol terus berkembang, namun masih terbatas pada beberapa wilayah, terutama terdekat di Pulau Jawa.

Meskipun demikian, pemerintah Indonesia tengah giat memperluas jaringan tol untuk menghubungkan kota-kota besar dan mempercepat distribusi barang dan orang.

  1. Fasilitas Tambahan

Amerika Serikat: Di jalan tol AS, selain jalan yang luas dan pemeliharaan yang baik, terdapat berbagai fasilitas seperti rest area, pom bensin, dan tempat makan yang cukup lengkap.

Beberapa jalan tol bahkan menyediakan Wi-Fi gratis dan berbagai layanan lainnya untuk kenyamanan pengemudi.

Indonesia: Fasilitas di jalan tol Indonesia juga sedang berkembang, terutama pada jalan tol yang lebih baru.

Namun, banyak jalan tol Indonesia yang belum dilengkapi fasilitas sebanyak yang ada di AS, meskipun ada beberapa jalan tol yang menyediakan rest area dengan warung makan dan pom bensin.

  1. Kesesuaian dengan Lingkungan dan Pembangunan

Amerika Serikat: Jalan tol di AS umumnya dibangun dengan memperhitungkan kondisi lingkungan dan pembangunan sekitarnya.

Banyak tol Amerika yang dirancang untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Indonesia: Di Indonesia, pembukaan jalan tol seringkali memerlukan penyesuaian dengan kondisi tanah dan pemukiman warga.

Tol Indonesia terkadang mengarah pada relokasi atau pembebasan lahan yang prosesnya cukup rumit. (*)

Editor : Bayu Saksono
#banyuwangi #rest area #amerika #as #perbedaan #pembebasan #tarif tol #probolinggo #Probowangi #infrastruktur #wi-fi #indonesia #jalan tol #terdekat #e-toll