radarsitubondo.id - Nyepi adalah hari raya umat Hindu di Bali.
Saat berlangsung Hari Raya Nyepi, semua kegiatan di Pulau Bali diatur dengan aturan khusus.
Pengaturan kegiatan masyarakat ini bertujuan untuk menjaga keheningan dan ketenangan Nyepi.
Seluruh aktivitas fisik dan perjalanan dihentikan, tidak terkecuali termasuk sektor transportasi.
Seluruh akses masuk dan keluar di Pulau Dewata juga distop aktivitasnya.
Bandara Internasional Ngurah Rai ditutup, Pelabuhan Gilimanuk di penyeberangan Selat Bali ditutup, pun demikian Pelabuhan Padangbai di Selat Lombok juga tutup selama Nyepi.
Jalan tol Bali Mandara juga ditutup selama 3 hari saat Hari Raya Nyepi.
Penutupan jalan tol Bali Mandara berlangsung mulai Jumat, 28 Maret 2025 pukul 23.00 WITA hingga Minggu, 30 Maret 2025 pukul 07.00 WITA.
Alasan penutupan tol tersebut terkait dengan Nyepi yakni:
Pertama, Menghormati Keheningan Nyepi. Nyepi adalah hari yang diharapkan untuk menciptakan keheningan total di seluruh Bali. Penutupan jalan tol menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang tenang dan damai selama hari suci ini.
Kedua, Mencegah Perjalanan yang Mengganggu Keheningan. Salah satu aturan utama Nyepi adalah pembatasan aktivitas luar ruangan dan transportasi. Dengan menutup jalan tol, pemerintah memastikan bahwa tidak ada kendaraan yang bisa melintas, sehingga masyarakat tetap menghormati kesucian hari tersebut.
Ketiga, Keamanan dan Keselamatan: Selain untuk menghormati Nyepi, penutupan jalan tol juga dilakukan untuk alasan keamanan, menghindari kecelakaan atau situasi darurat yang mungkin timbul selama periode yang sangat tenang ini.
Keempat, Pencegahan Lalu Lintas yang Padat: Bali memiliki jumlah wisatawan yang cukup tinggi, dan dengan menutup jalan tol, diharapkan bisa mencegah terjadinya keramaian yang tidak sesuai dengan suasana Nyepi.
Penutupan ini berlaku untuk kendaraan pribadi dan transportasi umum.
Penutupan tol Bali Mandara ini, meskipun terlihat membatasi mobilitas, merupakan bagian dari upaya untuk menjaga ketenangan, kesucian, dan penghormatan terhadap tradisi Hindu Bali.
Meskipun ditutup untuk umum, jalan tol ini tetap dapat digunakan untuk keperluan darurat, seperti mobil pemadam kebakaran, ambulans, dan kendaraan operasional kritis lainnya.
Kendaraan darurat wajib mendapatkan pendampingan dari pecalang atau instansi terkait sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Selain penutupan saat Nyepi, PT Jasamarga Bali Tol juga akan mendukung pelaksanaan Upacara Melasti pada Rabu, 26 Maret 2025 pukul 05.00 WITA di Pemelastian Desa Adat Pedungan.
Untuk kelancaran upacara, akan diberlakukan rekayasa lalu lintas, termasuk contra flow di area Pelabuhan Benoa
Dengan mengetahui jadwal penutupan dan rekayasa lalu lintas ini, diharapkan masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan baik dan menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang penuh khidmat. (*)
Editor : Bayu Saksono