radarsitubondo.id - Klasifikasi truk (kendaraan niaga) sangat penting untuk tujuan peraturan lalu lintas, pengaturan jalan, dan keselamatan berkendara.
Klasifikasi truk besar, sedang, dan kecil di Indonesia didasarkan pada kapasitas muatan dan bobot total kendaraan.
Truk besar digunakan untuk pengangkutan jarak jauh dengan muatan berat.
Truk sedang untuk distribusi barang dengan kapasitas menengah.
Truk kecil lebih sering digunakan untuk pengangkutan barang ringan dalam area yang lebih terbatas.
Berikut penjelasan klasifikasi yang masuk kategori truk besar, truk sedang, dan truk kecil :
Kategori 1: Truk Besar (Truk Berat)
Truk besar biasanya digunakan untuk mengangkut barang dalam jumlah besar dan memiliki kapasitas muatan yang sangat tinggi.
Truk ini sering digunakan untuk transportasi jarak jauh atau pengiriman barang antar kota dan antar provinsi.
Ciri-ciri Truk Besar Bobot Total Maksimum (BBM): Truk besar biasanya memiliki bobot lebih dari 8 ton, bahkan bisa mencapai lebih dari 20 ton tergantung pada jenis dan kapasitasnya.
Kapasitas Muatan: Truk besar mampu membawa muatan lebih dari 10 ton, bahkan ada yang bisa mengangkut hingga 30 ton atau lebih.
Contoh Truk Besar: Truk dengan sasis besar dan panjang seperti truk trailer, truk gandeng (articulated truck), dan truk kontainer.
Jenis Truk Besar ada tiga kelompok sebagai berikut:
- Truk Trailer (untuk pengangkutan kontainer besar atau alat berat).
- Truk Dump (untuk mengangkut material curah seperti pasir atau batu).
- Truk Fuso (sering digunakan untuk pengiriman barang dalam volume besar).
Kategori 2: Truk Sedang
Truk sedang biasanya digunakan untuk keperluan distribusi barang di dalam kota atau antar kota dengan jarak yang lebih pendek dibandingkan truk besar.
Meskipun ukurannya lebih kecil daripada truk besar, truk sedang masih memiliki kapasitas yang cukup besar.
Ciri-ciri Truk Sedang, Bobot Total Maksimum (BBM): Truk sedang biasanya memiliki bobot antara 3,5 ton hingga 8 ton.
Kapasitas Muatan: Truk sedang dapat membawa muatan antara 3 ton hingga 10 ton, tergantung jenis dan ukurannya.
Contoh Truk Sedang: Truk box dengan ukuran menengah, truk tangki bahan bakar, atau truk dump yang digunakan untuk pengangkutan material curah dalam jumlah sedang.
Kategori 3: Truk Kecil
Truk kecil lebih banyak digunakan untuk transportasi barang dalam volume yang lebih kecil, dan biasanya beroperasi di daerah perkotaan atau jalanan yang lebih sempit.
Truk kecil lebih fleksibel dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Ciri-ciri Truk Kecil, Bobot Total Maksimum (BBM): Truk kecil biasanya memiliki bobot kurang dari 3,5 ton.
Kapasitas Muatan: Truk kecil dapat membawa muatan antara 1 ton hingga 3 ton.
Contoh Truk Kecil: Truk pick-up (seperti Mitsubishi L300, Suzuki Big-Carry, Isuzu Traga, Toyota Rangga, Daihatsu Grandmax, Wuling Formo, dan lain-lain), truk bak terbuka, atau jenis mobil truk van kecil. (*)
Editor : Bayu Saksono