radarsitubondo.id - Baru-baru ini, pemerintah meluncurkan aplikasi ASN Digital BKN untuk mempermudah Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengelola data kepegawaian.
Namun, seperti peluncuran aplikasi lainnya, kemungkinan gangguan yang mungkin muncul dalam penggunaan aplikasi ini masih bisa terjadi.
Risiko ancaman dalam penggunaan aplikasi ini misalnya keamanan data dan ancaman siber.
Ada risiko ancaman keamanan siber seperti phishing, peretasan akun, dan pencurian data.
Untuk mengatasi hal ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menerapkan langkah-langkah preventif.
Salah satunya adalah penerapan Multi-Factor Authentication (MFA).
Selain itu, bisa saja ada kemungkinan data ASN tidak ditemukan dalam aplikasi.
Contohnya, beberapa pengguna terutama lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2023 dan 2024 melaporkan, bahwa data mereka tidak muncul dalam database BKN.
Hal ini sering disebabkan oleh tidak cocoknya atau tidak lengkapnya data yang diinput.
Ada juga peluang muncul kendala teknis dalam Aplikasi e-Kinerja.
Misalnya, pengguna mungkin mengalami kesulitan saat registrasi atau login ke aplikasi e-Kinerja BKN.
Masalah umum termasuk lupa password atau kesalahan input data.
Beberapa ASN mengalami kendala saat memantau progres usulan layanan kepegawaian melalui MOLA BKN.
Di mana usulan mereka tidak ditemukan dalam sistem tersebut.
Untuk mengatasi berbagai kendala aplikasi kepegawaian tersebut, BKN menyediakan layanan Helpdesk khusus.
Helpdeks ini dapat diakses oleh ASN maupun masyarakat umum.
Melalui helpdesk BKN, pengguna dapat mengajukan pertanyaan atau melaporkan permasalahan yang dihadapi terkait layanan kepegawaian, tanpa perlu datang langsung ke kantor BKN. (*)
Editor : Bayu Saksono