radarsitubondo.id - Kebijakan untuk mempertahankan tarif listrik hingga Juni 2025 menjadi langkah positif yang diharapkan masyarakat.
Kepastian tarif listrik ini dapat memberikan dampak yang baik bagi ekonomi masyarakat.
Selain itu, kebijakan ini dapat mendukung kelangsungan industri yang bergantung pada pasokan listrik stabil dan terjangkau.
Tarif listrik untuk pelanggan non subsidi di Indonesia untuk Triwulan I 2025 tetap dipertahankan dan tidak ada kenaikan hingga Juni 2025.
Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi banyak pelanggan yang mengandalkan listrik sebagai kebutuhan utama sehari-hari.
Pemerintah dan PT PLN (Persero) nampaknya berusaha menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat dengan tidak menaikkan tarif listrik dalam periode tersebut.
Berikut rincian tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan non-subsidi selama Triwulan I 2025:
1. R-1/TR Daya 900 VA tarifnya: Rp 1.352 per kWh
2. R-1/TR Daya 1.300 VA tarifnya: Rp 1.444,70 per kWh
3. R-1/TR Daya 2.200 VA tarifnya: Rp 1.444,70 per kWh
4. R-2/TR Daya 3.500-5.500 VA tarifnya: Rp 1.699,53 per kWh
5. R-3/TR Daya 6.600 VA ke atas tarifnya: Rp 1.699,53 per kWh
6. B-2/TR Daya 6.600 VA-200 kVA tarifnya: Rp 1.444,70 per kWh
7. B-3/Tegangan Menengah (TM) Daya di atas 200 kVA tarifnya: Rp 1.114,74 per kWh
8. I-3/TM Daya di atas 200 kVA tarifnya: Rp 1.114,74 per kWh
9. I-4/Tegangan Tinggi (TT) Daya 30.000 kVA ke atas tarifnya: Rp 996,74 per kWh
10. P-1/TR Daya 6.600 VA-200 kVA tarrifnya: Rp 1.699,53 per kWh
11. P-2/TM Daya di atas 200 kVA tarifnya: Rp 1.522,88 per kWh
12. P-3/TR Penerangan Jalan Umum tarifnya: Rp 1.699,53 per kWh
13. Golongan L/TR, TM, TT tarifnya: Rp 1.644,52 per kWh
Tarif listrik yang tetap ini memberikan kepastian kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang berada di kategori pelanggan non-subsidi.
Dengan tarif yang tidak mengalami perubahan hingga Juni 2025, diharapkan beban ekonomi masyarakat yang sudah tertekan akibat faktor-faktor lain bisa sedikit terbantu.
Selain itu, keputusan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan harga listrik tetap terjangkau dan tidak membebani konsumen.
Hal ini tentu akan jadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Mengingat energy listrik merupakan salah satu komponen utama dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu sebelumnya, PLN memperkirakan bahwa beban listrik akan turun hingga 30% saat Lebaran.
Ini karena berkurangnya aktivitas industri dan mobilitas masyarakat.
Penurunan beban listrik ini dapat memberi ruang bagi PLN untuk mengelola pasokan dengan lebih efisien tanpa perlu menaikkan tarif. (*)
Editor : Bayu Saksono