radarsitubondo.id - Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi sejak 3 april 2025 lalu.
Aktivitas vulkanik yang signifikan di Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini terus berlangsung hingga Jumat, 4 April 2025.
Pada hari tersebut, gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut ini mengalami erupsi sebanyak empat kali.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.09 WIB.
Selanjutnya, diikuti erupsi kedua terjadi pada pukul 00.33 WIB dengan kolom abu mencapai 600 meter di atas puncak.
Erupsi ketiga terjadi pada pukul 01.08 WIB dengan kolom abu setinggi 500 meter.
Yang terakhir, erupsi keempat terjadi pada pukul 01.48 WIB dengan kolom abu 500 meter.
Informasi 4 kali erupsi ini diperoleh dari data dari Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Semeru pada level II atau "Waspada".
Atas status tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 8 Kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Ini dilakukan karena kawasan tersebut sangat berrisiko terkena alihar lahar dan awan panas.
PVMBG juga memperingatkan potensi bahaya lontaran batu pijar dalam radius 3 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
Sementara itu tiga bulan sebelumnya, yakni pada tanggal 4 Januari 2025 silam, Gunung Semeru juga pernah mengalami erupsi sebanyak delapan kali hingga pukul 12.14 WIB, dengan kolom abu mencapai 800 meter pada erupsi pukul 05.39 WIB.
PVMBG terus memantau aktivitas Gunung Semeru dan memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan. (*)
Editor : Bayu Saksono