Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Penetapan Pemenang Lelang Maret 2023, Ternyata Baru Tahun Sekian Bisa Dimulai Pembangunan Konstruksi Jalan Tol Malang – Kepanjen

Bayu Saksono • Selasa, 8 April 2025 | 15:26 WIB
Foto: Tol Pandaan Malang/ ig @tolpandaanmalang
Foto: Tol Pandaan Malang/ ig @tolpandaanmalang

radasitubondo.id - Pembangunan proyek Jalan Tol Malang-Kepanjen merupakan lanjutan dari jalan tol yang sudah beroperasi, yaitu Jalan Tol Surabaya – Gempol – Pandaan – Malang.

Ruas jalan tol ini dirancang untuk mempermudah akses antara Kota Malang dan Kepanjen, serta mengurangi kepadatan di jalan arteri non-tol yang selama ini menjadi jalur utama penghubung kedua kota tersebut.

Jalan tol yang baru ini akan mengurangi waktu tempuh dan memberikan kenyamanan bagi para pengendara.

Karena dapat menghindari jalan-jalan yang selama ini sering mengalami kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.

Selain itu, keberadaan tol Malang Kepanjen ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar daerah, mendukung perekonomian setempat, dan memperlancar distribusi barang dan jasa.

Menurut laman resmi simpul KPBU Kementerian Pekerjaan Umum RI,  

Tahapan proyek jalan tol Malang – Kepanjen sudah ditetapkan pemenang lelang proyek pada bulan Maret 2023 lalu.

Selanjutnya, pada bulan Juni 2023 sudah dilakukan Penandatanganan Perjanjian KPBU.

Namun sayangnya, pengerjaan kontruksi ternyata tidak bisa langsung dilakukan tahun 2025 ini. Kapan?

Menurut laman resmi Kementerian PU tersebut, konstruksi ternyata baru bisa dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2028 mendatang.

Artinya, pengerjaan proyek tol ini diperkirakan akan dimulai paling cepat 3 tahun lagi.

Sementara itu, salah satu parameter penting untuk menilai keberhasilan proyek tol ini adalah Analisis VCR (Volume-Capacity Ratio).

Volume-Capacity Ratio (VCR) ini mengukur seberapa efektif kapasitas jalan dalam menampung volume kendaraan yang melintas.

Berdasarkan data terbaru, ada perbedaan signifikan antara nilai VCR di beberapa ruas jalan tol ini.

Pada ruas Jalan Kol. Slamet Supriyadi, yang menghubungkan Batas Kota Malang dengan Kepanjen, tercatat nilai VCR tertinggi sebesar 1,41.

Hal ini menunjukkan bahwa jalan ini relatif sibuk dan sudah mendekati kapasitas maksimalnya, yang berarti jalan ini bisa mengalami kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.

Proyek Jalan Tol Malang-Kepanjen ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi lalu lintas antara Kota Malang dan Kepanjen.

Keberadaan tol ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pengendara, tetapi juga bagi perekonomian lokal.

Dengan akses yang lebih cepat dan lebih lancar, sektor perdagangan, pariwisata, dan industri di kedua wilayah tersebut diprediksi akan semakin berkembang. (*)

Editor : Bayu Saksono
#jalan arteri #vcr #Dimulai #konstruksi #gempol #waktu tempuh #kepanjen #tol malang kepanjen #tol #kementerian pu #proyek tol #jalan tol #kapan #lelang proyek #tol Surabaya #kontruksi #Pandaan #efisiensi