Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Begini Sejarah Oriental Circus Indonesia (OCI) Kelompok Sirkus Tertua di Tanah Air

Bayu Saksono • Kamis, 17 April 2025 | 12:48 WIB
Ilustrasi Interactive Living Museum Oriental Circus Indonesia
Ilustrasi Interactive Living Museum Oriental Circus Indonesia

radarsitubondo.id - Terlepas dari gonjang-ganjing persoalan dugaan eksploitasi tenaga kerja saat ini, Oriental Circus Indonesia (OCI) merupakan kelompok sirkus pertama dan tertua di Indonesia.

Kelompok sirkus yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan seni pertunjukan di tanah air.

Dikenal dengan pertunjukan akrobatik yang memukau dan penggunaan teknologi modern, OCI telah menjadi simbol kebanggaan Indonesia dalam dunia hiburan.

Awal Mula dan Perjalanan Panjang

Didirikan pada tahun 1967, OCI bermula dari sekelompok individu pemilik yang memiliki kecintaan terhadap seni akrobatik.

Seiring berjalannya waktu, kelompok ini berkembang menjadi grup sirkus profesional yang menyajikan berbagai atraksi, termasuk akrobat, badut, dan aksi binatang terlatih.

OCI telah menggelar lebih dari 25.000 pertunjukan di berbagai kota di Indonesia dan luar negeri, dengan total penonton mencapai 17 juta orang .

Inovasi dan Perubahan Konsep

Pada tahun 2019, OCI merayakan ulang tahun ke-50 dengan menggelar pertunjukan spektakuler bertajuk "The Great 50 Show".

Pertunjukan ini menandai perubahan signifikan dalam konsep sirkus di Indonesia, dengan menghilangkan penggunaan satwa dalam atraksi mereka.

Sebagai gantinya, OCI memadukan sirkus klasik dengan teknologi modern seperti drone, laser, video mapping, dan live band, menciptakan pengalaman menonton yang segar dan menarik tanpa merasa disiksa.

Penghentian Penggunaan Satwa

Langkah berani OCI untuk mengakhiri penggunaan satwa dalam pertunjukan mereka mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Masyarakat Kesejahteraan Satwa Indonesia (MKSI).

Keputusan ini tidak hanya mencerminkan komitmen terhadap kesejahteraan satwa, tetapi juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendukung penghentian penggunaan satwa dalam atraksi sirkus .

Warisan dan Pengaruh Budaya

OCI telah menjadi bagian integral dari budaya hiburan Indonesia.

Dengan menggabungkan elemen tradisional dan modern, OCI berhasil menciptakan pertunjukan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan usia.

Warisan mereka terus hidup melalui museum interaktif yang didirikan di Taman Safari Prigen, yang memungkinkan pengunjung untuk mengenal lebih dekat sejarah dan perkembangan sirkus di Indonesia.

Penutupan dan Masa Depan

Setelah rangkaian pertunjukan "The Great 50 Show" berakhir pada Januari 2020, OCI secara resmi mengakhiri kiprahnya sebagai kelompok sirkus keliling.

Meskipun demikian, warisan mereka tetap hidup melalui berbagai inisiatif budaya dan pendidikan yang terus menginspirasi generasi mendatang.

Oriental Circus Indonesia memang bukan hanya sekadar kelompok sirkus; mereka adalah pionir dalam dunia hiburan Indonesia yang telah menginspirasi dan menghibur jutaan orang.

Dengan inovasi, dedikasi, dan komitmen terhadap seni dan budaya, OCI telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam sejarah seni pertunjukan Indonesia. (*)

Editor : Bayu Saksono
#Pemilik #sirkus #satwa #dunia hiburan #Penghentian #prigen #Tertua #oriental circus indonesia #spektakuler #sejarah #tenaga kerja #disiksa #taman safari #pertunjukan #badut