RADAR SITUBONDO - Setidaknya dua tantangan besar dihadapi dalam pembangunan jalan tol Probolinggo - Banyuwangi (Probowangi).
Kendati disebut-sebut akan menjadi tol terindah di Jawa, tetapi tantangan dalam pembangunan tol ini tetap ada.
Bahkan hingga pembangunannya saat ini, tantangan dalam pembangunan tol Probowangi masih dijumpai.
Dibangun mulai dari Kabupaten Probolinggo sampai Situbondo, berikut adalah tantangan utama proyek tol Probowangi.
1. Pembebasan lahan
Tantangan terbesar adalah pembebasan lahan, yang sering kali menjadi hambatan dalam proyek infrastruktur berskala besar, tidak terkecuali tol Probowangi.
Beberapa warga dalam prosesnya masih ada yang mempersoalkan harga ganti rugi yang sesuai dengan nilai lahan mereka
2. Kondisi Wilayah
Kemudian, kondisi geografis atau wilayah yang cukup menantang di beberapa wilayah misalnya kawasan perbukitan di perbatasan Situbondo dan Banyuwangi.
Kondisi tersebutlah yang membuat teknik konstruksi yang lebih kompleks diperlukan untuk memastikan keamanan dan kualitas jalan tol.
3. Cuaca
Selanjutnya adalah faktor cuaca dan kondisi alam, seperti curah hujan tinggi di beberapa daerah, ini juga menjadi kendala tersendiri yang dapat menghambat proses pengerjaan proyek.
Di balik sederet tantangan tersebut, tol Probowangi tetap ditargetkan rampung pada bulan November 2025. (*)
Editor : Ali Sodiqin