radarsitubondo.id - Dalam proyek pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi), khususnya pada pemasangan girder beton dengan berat mencapai puluhan ton.
Karena itu, penggunaan crane berkapasitas tinggi menjadi krusial untuk memasang dan mengangkat beban hingga puluhan ton tersebut.
Girder tersebut memiliki panjang hingga 40 meter dan bobot sekitar 69 ton, seperti yang dilaporkan dalam pemasangan di Ruas Gending–Besuki Paket 1 .
Untuk mengangkat dan memasang girder berat tersebut, digunakan crane dengan kapasitas angkat minimal 100 ton.
Jenis crane yang umum digunakan dalam proyek konstruksi besar seperti ini antara lain:
1.Crawler Crane:
Crane jenis ini memiliki kemampuan mobilitas di medan berat dan stabilitas tinggi.
Contoh model yang sering digunakan adalah XGC100A dengan kapasitas angkat hingga 100 Ton.
2. Rough Terrain Crane:
Untuk kapasitas atau kemampuan mengangkatkan beban masih bervariasi, misalnya jenis crane RT50 yang mampu mengangkat barang berbobot 50 Ton.
3. Truck Mounted Crane:
Crane yang dipasang pada truk ini menawarkan mobilitas tinggi dan sering digunakan untuk pekerjaan dengan kapasitas angkat sedang hingga tinggi.
Pemilihan jenis crane disesuaikan dengan kondisi lokasi, medan, dan kebutuhan spesifik proyek, terutama pada proyek di medan sulit yang terkadang harus membelah bukit.
Sementara itu, pemasangan girder beton memerlukan koordinasi yang tepat dan pengawasan ketat.
Seperti ada lokasi Gunung Pendil di Paiton, jalan terkadang dialihkan sementara untuk memberikan ruang aman selama pemasangan girder.
Lebih dalam lagi, penggunaan crane berkapasitas tinggi sangat vital dalam proyek pembangunan jalan tol.
Terutama untuk pemasangan girder beton yang beratnya luar biasa tak mampu dijangkau dan diangkat dengan tenaga manusia.
Dengan pemilihan jenis crane yang tepat dan perencanaan yang matang, proses pemasangan dapat dilakukan dengan aman dan efisien.
Sehingga peralatan crane tersebut dapat mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur yang penting bagi masyarakat di ruas Tol Trans Jawa tersebut. (*)
Editor : Bayu Saksono