Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Segini Rata-Rata Panjang Jembatan Girder untuk Jalan Tol di Indonesia

Bayu Saksono • Minggu, 27 April 2025 | 12:20 WIB
Jembatan girder (balok) di exit Gending, Tol Probowangi yang menghubungkan Probolinggo - Banyuwangi.
Jembatan girder (balok) di exit Gending, Tol Probowangi yang menghubungkan Probolinggo - Banyuwangi.

radarsitubondo.id - Pembangunan jalan tol di Indonesia telah berkembang pesat dalam dua dekade terakhir, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan konektivitas antarwilayah.

Dalam konstruksi jalan tol, salah satu elemen penting adalah jembatan, khususnya jembatan girder.

Jenis jembatan ini kerap digunakan karena kemudahan konstruksi dan efisiensi biaya.

Tapi seberapa panjang sebenarnya jembatan girder yang umum digunakan untuk jalan tol di Indonesia?

Balok (girder) ini bisa berupa beton bertulang, beton prategang, atau baja, tergantung pada kebutuhan struktural dan panjang bentang yang diinginkan.

Di Indonesia, panjang jembatan girder sangat bergantung pada beberapa faktor utama, seperti topografi dan kondisi lahan, fungsi jembatan, teknologi konstruksi, material girder, standar dari instansi seperti Kementerian PUPR atau Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Namun, secara umum panjang bentang tunggal (span) jembatan girder pada jalan tol berkisar antara 25 hingga 40 meter.

Untuk jembatan girder dengan bentang majemuk (multiple spans), panjang total jembatan bisa mencapai 100 hingga 400 meter, tergantung jumlah bentang dan desain trase jalan.

Sebagai contoh, di Tol Trans Jawa, khususnya di proyek jalan Tol Probowangi yang menghubungkan Probolinggo - Banyuwangi, banyak jembatan girder yang memiliki bentang tunggal 30 meter, dengan girder beton prategang tipe I atau box girder.

Jembatan di Tol Trans Sumatera, yang melewati rawa dan sungai besar, kadang menggunakan sistem girder dengan bentang lebih panjang, hingga 50 meter, khususnya jika menggunakan girder baja.

Material beton bertulang umum untuk bentang hingga 25 meter.

Yang terakhir ada girder dari bahan baja, biasanya dipakai untuk jembatan yang panjangnya 40 meter ke atas.

Faktor desain geometrik jalan tol yakni radius lengkung, elevasi, dan tanjakan memengaruhi bentuk dan panjang jembatan.

Ada juga faktor ketersediaan teknologi dan alat berat, yakni penggunaan launcher girder, crane besar, dan pre-cast yard memengaruhi efisiensi pemasangan.

Pertimbangan Ekonomi dan Waktu penting dalam pemilihan panjang girder, karena  juga mempertimbangkan biaya transportasi, fabrikasi, dan waktu konstruksi

Untuk contoh proyek jembatan girder dan panjangnya sebagai berikut:

Jembatan Girder Tol Jakarta–Cikampek Elevated: Menggunakan box girder beton prategang dengan panjang bentang ± 30 meter

Tol Cisumdawu: Menggunakan girder dengan panjang bentang hingga 40 meter, terutama di area perbukitan

Tol Pekanbaru–Dumai (Riau): Banyak jembatan girder yang melintasi rawa dengan bentang 25–35 meter per span.

Panjang jembatan girder untuk jalan tol di Indonesia umumnya berkisar antara 25 hingga 40 meter per bentang, tergantung desain dan kebutuhan struktural.

Pilihan jenis girder, kondisi geografi, serta efisiensi biaya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan panjangnya.

Sistem girder masih menjadi solusi favorit karena keandalannya dalam mendukung struktur jalan tol yang membentang panjang, cepat dibangun, dan ekonomis.(*)

Editor : Bayu Saksono
#banyuwangi #tol pekanbaru #jembatan #bpjt #tol trans sumatera #tol jakarta cikampek #tol cisumdawu #Tol Probowangi #dumai #probolinggo #panjang #girder #Tol Trans Jawa