Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dampak Sosial Positif dan Dampak Negatif Apa Saja dalam Pembangunan Jalan Tol Probowangi bagi Warga Situbondo

Bayu Saksono • Rabu, 30 April 2025 | 00:25 WIB
Tiang pilar raksasa penopang jembatan proyek jalan tol Probowangi di kawasan perbukitan yang dibelah di perbatasan Situbondo - Probolinggo.
Tiang pilar raksasa penopang jembatan proyek jalan tol Probowangi di kawasan perbukitan yang dibelah di perbatasan Situbondo - Probolinggo.

radarsitubondo.id - Ada beberapa dampak positif bagi warga Situbondo, terkait akan segera beroperasinya ruas Jalan Tol Probowangi yang ditargetkan selesai akhir tahun 2025 ini.

Dampak positif pertama adalah peningkatan aksesibilitas dan mobilitas.

Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan regional.​

Dengan adanya empat pintu keluar (exit tol) di Situbondo, yaitu di Kecamatan Banyuglugur, wisata Pantai Pasir Putih, Kecamatan Situbondo Kota, serta di Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

Hal ini membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang, terutama yang bergerak di sektor pariwisata dan kuliner.​

Sementara itu, dampak negatif tol ini meskipun tidak terlalu banyak dirasakan masyarakat umum, tetaplah ada.

Yang pertama adalah dampak berupa kerusakan infrastruktur dan lingkungan.

Sejumlah rumah warga di Dusun Beringin, Desa Langkap, Besuki mengalami keretakan akibat getaran dari alat berat dan peledakan selama proses konstruksi tol.

Meskipun pihak kontraktor telah melakukan pendataan, perbaikan menunggu hingga proses konstruksi selesai.​

Yang kedua adalah, pernah dilakukan pemindahan makam dan dampaknya terhadap sosial budaya.

Sebanyak 50 makam di Dusun Sanggaran, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, terpaksa dipindahkan karena terdampak proyek tol.

Proses pemindahan ini menimbulkan keluhan dari ahli waris terkait kurangnya sosialisasi dan perbedaan kompensasi yang diberikan per makam.

Selain itu, masih ada dampak lain yakni ancaman terhadap keberlangsungan UMKM lokal.

Peningkatan arus kendaraan melalui tol dapat mengurangi jumlah pengunjung yang melewati jalur Pantura, yang selama ini menjadi lokasi strategis bagi UMKM lokal.

Hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan pendapatan pelaku usaha di sepanjang jalur Pantura tersebut.​

Karena itu, pembangunan jalan tol Probowangi (Probolinggo - Banyuwangi) membawa dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat Situbondo.

Di satu sisi, tol ini menawarkan peluang peningkatan ekonomi melalui sektor pariwisata dan UMKM.

Namun di sisi lain, terdapat tantangan berupa kerusakan infrastruktur, pemindahan makam, dan potensi penurunan pendapatan bagi UMKM di jalur Pantura.​

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah mitigasi dari pemerintah daerah dan pihak terkait, seperti melakukan sosialisasi yang transparan dan partisipatif kepada masyarakat terdampak.​

Memberikan kompensasi yang adil dan sesuai standar kepada warga yang terdampak.​

Menyediakan program pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan.​

Dengan pendekatan yang holistik dan inklusif, diharapkan dampak negatif dapat diminimalkan, dan manfaat dari pembangunan tol dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Situbondo. (*)

 

Editor : Bayu Saksono
#situbondo #banyuwangi #Lokasi Strategis #umkm #perubahan #jalur pantura #Negatif #Tol Probowangi #probolinggo #dampak #positif #besuki #2025