radarsitubondo.id - Dengan dukungan teknologi modern dan pemberdayaan masyarakat setempat, proyek jalan tol Padang – Sicincin di Sumatera Barat ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Data terkini update pada akhir April 2025 dari situs Hutama Karya yang mengerjakan proyek tersebut, progres fisik pembangunan Jalan Tol Padang – Sicincin telah mencapai sekitar 85%.
Sementara itu target penyelesaian 100% proyek jalan tol ini akan selesai pada akhir tahun 2025 ini.
Proyek ini mencakup pembangunan jalan tol sepanjang 36,6 km dengan dua lajur dan kecepatan rencana 80 Km/jam.
Pembangunan tol ini melibatkan konstruksi berbagai fasilitas meliputi:
5 jembatan under bridge, 2 jembatan sungai/irigasi, dan 12 perlintasan box traffic , dan 14 underpass.
3 gerbang tol dan 1 Tempat Istirahat & Pelayanan (TIP) Tipe A pada STA 23+000 A.
Pembangunan juga dilengkapi dengan teknologi konstruksi modern, seperti Building Information Modelling (BIM) dan Light Detection and Ranging (LIDAR), serta metode Kolom Grout Modular (KGM) untuk perbaikan tanah
Proyek ini tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Hutama Karya membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat, termasuk melalui kolaborasi dengan koperasi lokal dan pelibatan pemuda dalam pembangunan .
Ada juga dukungan untuk UMKM yakni pelaku usaha lokal, seperti rumah makan, mengalami peningkatan omzet berkat keberadaan proyek ini, yang mendatangkan pekerja dan pengunjung .
Melalui program TJSL "HK Peduli Sosial dan Pendidikan", Hutama Karya memberikan bantuan berupa renovasi tempat ibadah, rehabilitasi panti asuhan, dan penyediaan sarana air bersih kapan hari.
Setelah selesai nantinya, Jalan Tol Padang – Sicincin Bukittinggi akan memangkas waktu tempuh dari Padang ke Sicincin dari 90 menit menjadi hanya 30 menit.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, mobilitas logistik, dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta perekonomian lokal.
Tol ini juga merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang akan menghubungkan Padang dengan Pekanbaru melalui enam seksi pembangunan, dengan total panjang mencapai 254,8 Km. (*)
Editor : Bayu Saksono