RADAR SITUBONDO - Kesulitan dalam pembangunan jalan tol Probolinggo - Banyuwangi (Probowangi) menjadi tantangan tersendiri.
Pembangunan jalan tol Probowangi bukan tanpa hambatan, sederet hambatan ada dalam proyek tol Probowangi.
Tol yang akan menjadi akses baru di Pulau Jawa tersebut pembangunannya juga sudah hampir mendekati rampung.
Pengerjaanya yang sudah dilakukan sejak 2023 lalu itu semakin mendekati penyelesaian.
Baca Juga: Proyek Tol Probowangi dan Harapan Baru Kawasan Kotakan Situbondo, Dari Persimpangan Tradisi Menuju Gerbang Ekonomi Baru
Jalan tol Probowangi yang dibangun dari Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo sampai ke Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo terus menunjukkan progres yang signifikan.
Akan tetapi, khusus paket 3 yaitu Paiton ke Besuki, progresnya tidak sepesat ruas tol yang lain.
Hal ini karena terkait kondisi medan dan tantangan yang dihadapi tidak sama dengan dua ruas tol lain.
Dan berikut adalah dua tantangan dalam pembangunan jalan tol Probowangi paket 3 Paiton sampai dengan Besuki tahun 2025.
1. Kondisi Medan di Perbukitan
Dengan kondisi medan yang tidak biasa, dibutuhkan kerja ekstra untuk membangun tol di atas perbukitan.
Di kawasan perbukitan Paiton, dengan dataran tinggi tidak mudah membangun konstruksi jalan tol.
2. Pemindahan SUTET
Pemindahan jaringan kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) ini juga menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Ternyata Ada Belasan, Jumlah Jembatan di Ruas Jalan Tol Padang – Sicincin Sumatera Barat
Terlebih juga ada negosiasi dengan pihak PLN untuk pemindahan SUTET tersebut.
Seperti yang diketahui, Paiton merupakan salah satu pusat pembangkit listrik di Pulau Jawa dengan PLTU.