RADAR SITUBONDO - Sederet pekerjaan rumah (PR) harus diselesaikan saat jalan tol Probolinggo - Banyuwangi (Probowangi) rampung.
Jalan tol Probowangi yang kini sedang dibangun menyisakan pekerjaan rumah yang cukup besar.
Pasalnya, dalam pembangunan jalan tol trans Jawa tersebut menimbulkan beberapa dampak.
Baca Juga: Bengkel Senjata Peninggalan Majapahit Diprediksi Masih Terkubur di Wilayah Ruas Tol Probowangi Banyuwangi Utara
Dampak yang dimaksud adalah dampak sosial dan lingkungan yang harus dibayar demi kelancaran proyek tol Probowangi.
Nantinya, bila tol selesai, maka terdapat beberapa tambang yang wajib melakukan reklamasi di Probolinggo dan Besuki Situbondo.
Sebab, beberapa tambang tersebut menjadi pemasok utama tanah urug untuk pembangunan jalan tol Probowangi.
Mengutip dari laporan Radar Bromo, ada penyedia tanah urug yang berbentuk PT dan CV yang wajib melakukan reklamasi.
Dalam data itu, ada total 24 perusahaan yang menjadi penyumbang tanah urug untuk proyek tol dari Kecamatan Gending sampai ke Besuki, Situbondo.
Dalam pembangunan tol Probowangi, melewati beberapa kecamatan yang ada di Probolinggo dan Situbondo.
Jalan tol Probowangi juga merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang merupakan bagian dari trans Jawa.
Pembangunan jalan tol Probowangi ditargetkan rampung secara keseluruhan pada akhir tahun 2025.(*)