RADAR SITUBONDO - Terdapat sebuah fakta dampak sosial lingkungan di balik megahnya pembangunan jalan tol Probolinggo - Banyuwangi (Probowangi).
Jalan tol yang digadang-gadang akan menjadi yang paling cantik di Pulau Jawa tersebut tidak bisa dipungkiri juga membawa dampak sosial dan lingkungan.
Pembangunan jalan tol yang saat ini sudah sampai di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo itu bahkan belakangan juga dikeluhkan warga.
Dihimpun Radarsitubondo.id, berikut adalah beberapa dampak tol Probowangi baik sosial maupun lingkungan.
1. Perbukitan Dibelah
Untuk dampak lingkungan, pembangunan jalan tol harus membelah kawasan perbukitan di perbatasan Situbondo dan Probolinggo.
Demi bisa tersambung, jalan tol ini harus membelah bukit serta melakukan beberapa penebangan pohon di bukit itu.
Bahkan, batu raksasa dari proyek tol sempat jatuh di pantura Paiton yang beruntung tidak mengenai pengendara.
Baca Juga: Bertahan Hampir Setengah Abad, Rumah Kayu R Nur Sudah Eksis di Pesisir Ketapang Banyuputih sejak 1978
2. Kerusakan Rumah Warga Banyak Terdampak
Kemudian, yang terbaru jelas adalah warga yang rumahnya dekat dengan proyek jalan tol Probowangi.
Beberapa hari lalu, sekelompok warga Besuki mengadu pada DPRD Situbondo bahwa rumah mereka retak.
Dimana retakan tersebut imbas dari proyek jalan tol Probowangi yang tidak jauh dari pemukiman penduduk.(*)