radarsitubondo.id - Pada saatnya nanti, proyek jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) akan melintasi kawasan Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur.
Trase Tol Probowangi ini diperkirakan akan bersinggungan cukup dekat dengan Gunung Baluran, dengan rencana pembangunan dimulai pada tahun depan, yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas ke daerah wisata alam tersebut.
Tentu saja, proyek Tol Probowangi akan menghadapi tantangan alam yang arus menyesuaikan dengan kondisi alam di sekitar Gunung Baluran.
Proyek jalan tol Probowangi direncanakan akan melintasi kawasan Taman Nasional Baluran, di mana banyak savana habitat satwa serta hutan lindung dengan Gunung Baluran sebagai dataran tertinggi kawasan itu di Situbondo hari ini.
Trase tol ini akan bersinggungan dengan area yang kaya akan keanekaragaman hayati, sehingga perlu perhatian khusus dalam pelaksanaannya.
Sehingga perlu kedalaman interaksi Ketika pekerjaan ini mulai bersinggungan dngan dengan Gunung Baluran.
Trase jalan tol diperkirakan akan berada dalam jarak yang cukup dekat dengan lereng Gunung Baluran, yang dapat mempengaruhi ekosistem lokal.
Karena itu, pembangunan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Rencana pembangunan tol Probowangi di dekat Gunung Baluran diperkirakan akan dimulai pada akhir tahun 2025 mendatang.
Baca Juga: Tidak Ketinggalan, Bondowoso Juga Tawarkan Rekokendasi Wisata Saat Jalan Tol Probowangi Rampung
Dengan adanya tol ini, diharapkan waktu tempuh dari Surabaya ke Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dapat dipangkas secara signifikan, sehingga memberikan manfaat besar bagi distribusi barang an jasa dari pusat ekonomi di Jawa Timur dengan Pulau Bali dan Nusa Tenggara.
Selain itu, jalan penghubung ini juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar dan pertumbuhan sektor pariwisata di Kawasan yang dilalui proyek jalan tol Probowangi.
Namun, tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, tertutama di Kawasan sekitar Gunung Baluran harus tetap menjadi prioritas utama. (*)