Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Marak Tulisan Paran Jare Riko di Truk, Kalangan Sopir Truk Banyuwangi Antusias Sambut Tol Probowangi

Bayu Saksono • Sabtu, 7 Juni 2025 | 01:05 WIB
Truk dengan stiker bertuliskan Paran Jare Riko menunggu antrean di Pelabuhan Tanjung wangi Banyuwangi.
Truk dengan stiker bertuliskan Paran Jare Riko menunggu antrean di Pelabuhan Tanjung wangi Banyuwangi.

radarsitubondo.id - Pada sela-sela kepulan debu jalanan dan raungan deru mesin diesel yang melintasi sepanjang rute Surabaya – Bali – Lombok, ada satu kalimat unik yang mulai sering terlihat terpampang di bak belakang truk.

Tulisan itu adalah ‘Paran Jare Rikoyang disingkat menjadi PJR.

Ini merupakan kalimat dalam Bahasa Osing, Bahasa suku asli Banyuwangi.

Makna Paran Jare Riko alias PJR itu secara langsung adalah apa kata kamu atau secara harafiah memiliki arti bebas ‘Terserah apa maumu.’

Kalimat dalam stiker itu bukan sekadar slogan para sopir Jawa Timur bagian timur, Paran Jare Riko menjadi semacam simbol kebebasan, kepasrahan, sekaligus sindiran halus di kalangan sopir truk lintas pulau.

Kalimat tersebut seolah menyiratkan filosofi hidup pengemudi jalanan yang selalu bergulat dengan kerasnya cuaca, jauh dan lelahnya jarak tempuh, dan keruwetan jalan yang mereka lalui.

Kkalimat itu bukan hanya guyonan di kalangan para sopir asal Bumi Blambangan (Banyuwangi) dan sekitarnya.

Bahwa hidup di jalan itu kadang tidak bisa dikendalikan.

‘’Ya udah, paran jare riko… Terserah lah, mau gimana juga,” ujar Ansorik, seorang sopir darei Kabupaten Banyuwangi yang sering mengirim barang ke Pulau Dewata Bali itu.

Truk-truk ini bukan hanya membawa barang, tapi juga membawa budaya tutur dalam bingkai seni kata stiker bak truk.

Penggunaan Bahasa Osing asli Banyuwangi di bak kendaraan barang menunjukkan, identitas lokal dan budaya Banyuwangi terus hidup ,bahkan dalam dunia logistik transportasi saat ini.

Sementara itu, fenomena kalimat Paran Jare Riko ini makin viral seiring antusiasme menyambut proyek strategis jalan tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) yang terus berlangsung dan pembangunannya sudah masuk wilayah Besuki di Kabupaten Situbondo hari ini.

Diharapkan beberapa tahun lagi saat jalan Tol Probowangi sudah selesai, waktu tempuh dari Surabaya menuju Pelabuhan Ketapang (rute Bali) dan menuju Pelabuhan Tanjung Wangi (rute Lombok di Nusa Tenggara barat) akan jauh lebih singkat.

Kalangan sopir truk lintas timur Jatim, termasuk para pemilik truk dengan tulisan Paran Jare Riko tentu akan menyambutnya dengan gembira jalan tol baru tersebut.

Sehingga, selain waktu tempuh lebih pendek, mereka juga akan berhemat bahan bakar solar ketika rute yang dilewati adalah Tol Probowangi dan bukan jalur arteri yang terkadang padat merayap. (*)

 

Editor : Bayu Saksono
#banyuwangi #jalan tol probolinggo-banyuwangi #situbondo hari ini #Paran #bali #Tol Probowangi #pelabuhan ketapang #lombok #Bahasa Osing #tanjung wangi #bak truk