Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling ZodiPedia

Sangat Tajam, Segini Peningkatan Lalu Lintas Feri Jawa-Bali ketika Jalan Tol Probowangi Selesai hingga Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Bayu Saksono • Selasa, 10 Juni 2025 | 21:43 WIB
Kapal feri beroperasi di Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dengan Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana.
Kapal feri beroperasi di Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dengan Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana.

radarsitubondo.id - Penyelesaian jalan tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) menjadi salah satu proyek strategis yang tak hanya mempercepat konektivitas Jawa Timur bagian timur, tetapi juga berpotensi mengubah peta lalu lintas kepadatan penyeberangan kapal feri di Selat Bali beberapa tahun mendatang.

Dengan perencanaan matang dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan operator transportasi, lonjakan arus feri yang menghubungkan Jawa dan Bali itu bisa dikelola menjadi sebuah penguatan ekonomi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia timur.

Prediksi peningkatan lalulintas penyeberangan kapal feri di Selat Bali, diprediksi akan terjadi beberapa tahun lagi.

Prediksi ini bukan musthail, karena dengan rencana selesainya proyek pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sebagai gerbang utama penyeberangan menuju Pulau Dewata melalui Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana.

Sementara, proyek jalan tol Probowangi masih dalam tahap konstruksi untuk beberapa seksi, khususnya sedang menggarap kawasan Besuki di wilayah Kabupaten Situbondo hari ini.

Namun, begitu seluruh ruas tol Probowangi itu nanti tersambung hingga kawasan timur Banyuwangi, maka kecepatan akses dari Surabaya dan kota besar lain di Jawa menuju Pelabuhan Ketapang dipastikan meningkat sangat tajam.

Secara teori, jalan tol Probowangi bila sudah terwujud nanti akan memangkas waktu tempuh kendaraan dari Kabupaten Probolinggo hingga Banyuwangi, dari yang sebelumnya butuh waktu 6 jam hingga 7 jam melalui jalan nasional, nantinya hanya tinggal sekitar 3 jam saja.

Jalan tol itu bukan hanya masalah kenyamanan semata. karena ketika jalan tol terhubung dengan pelabuhan penyeberangan, maka kendaraan pribadi, truk logistik, hingga bus pariwisata akan memilih jalur darat menuju Bali.

'Otomatis akan berdampak langsung pada peningkatan arus kendaraan yang menyeberang melalui kapal feri,' jelas G. Sukarno Prayudha, driver sewaan yang sering menempuh rute Banyuwangi - Surabaya.

Berdasarkan analisis kecerdasan buatan, simulasi pertumbuhan lalu lintas pasca rampungnya jalan tol Probowangi diperkirakan volume penyeberangan kendaraan di Selat Bali bisa meningkat 25 % hingga 30% pada periode 5 tahun pertama sejak tol Probowangi terhubung ke Pelabuhan Ketapang.

Pada masa normal, rata-rata kendaraan yang menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang mencapai 7.000 unit per hari dari segala jenis.

Tentu saja, terutama pada musim libur dan hari besar keagamaan, serta long weekend jumlah kendaraan ke Bali akan bertambah siginifikan.

Lonjakan arus feri ini diprediksi akan berdampak positif, terutama bagi sektor pariwisata, distribusi logistik, dan pelaku usaha kecil menengah di Banyuwangi dan Jembrana Bali. (*)

Editor : Bayu Saksono
#jalan tol probolinggo-banyuwangi #situbondo hari ini #Tol Probowangi #jawa-bali #pelabuhan ketapang #pelabuhan gilimanuk #selat bali #besuki