radarsitubondo.id - Masyarakat dan para pengelola bisnis logistik sedang menunggu penyelesaian akhir dari proyek jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi).
Andai semua progress proyek Tol Probowangi berjalan sesuai ketentuan yang direncanakan, maka perjalanan serta arus distribusi barang-jasa dari Surabaya hingga Pelabuhan Ketapang akan menjadi satu garis lurus tol modern.
Ini akan menjadikan provinsi Jawa Timur akan tampil menjadi pusat distribusi strategis nasional untuk alur barang dan jasa.
Sebagai gambaran, arus lalu lintas dari Kota Pahlawan Surabaya menuju wilayah timur Pulau Jawa diprediksi akan kian moncer, seiring dengan terkoneskinya jaringan jalan tol strategis yang membentang dari Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi.
Dalam waktu tak begitu lama lagi, keterhubungan antar wilayah tersebut akan menjadi tulang punggung distribusi barang dan jasa dari Pulau Jawa menuju kawasan timur Nusantara.
Jalur koneksi lurus ini diawali dari ruas tol Surabaya-Gempol, yang sudah jadi gerbang utama keluar-masuk pusat ekonomi Jatim di Surabaya.
Kemudian dilanjutkan ruas tol Gempol-Pasuruan (Gempas) dan tersambung lurus ke ruas jalan tol Paspro (Pasuruan-Probolinggo).
Nah, arus mobil gede logistik seperti truk dan trailer kini bisa melaju lebih stabil dan efisien.
Puncak dari deretan ruas jalan tol tersebut yakni pembangunan jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) yang bakal jadi garapan utama untuk mempercepat distribusi dari wilayah barat Indonesia ke kawasan timur Jawa, hingga nyambung ke pelabuhan penyeberangan ke Bali dan Indonesia Timur.
Nah, pengerjaan jalan tol Probowangi sudah berlangsung pada kawasan exit Besuki di Kabupaten Situbondo hari ini.
Progress ini menandai perubahan signifikan menuju tahap berikutnya yang mengarah sari wilayah Situbondo menuju Kabupaten Banyuwangi.
Jika ruas akhir sisi timur Tol probowangi itu berhasil tersambung penuh hingga pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, maka arus distribusi barang akan benar-benar joss loss dol alias lancar tanpa hambatan.
Manfaat jalan tol Probowangi sepanjang 172 Kilometer itu bukan hanya untuk mempercepat mobilitas barang, tetapi juga akan mengurangi kepadatan lalu lintas dari Surabaya di jalur pantura dan memperlancar arus wisatawan menuju destinasi unggulan di ujung timur Jawa.
Ketika tol probowangi terhubung ke Pelabuhan Ketapang, bukan hanya truk logistik yang diuntungkan tetapi juga ekonomi lokal ikut bertumbuh.
Diproyeksikan, rampungnya Tol Probowangi akan menggunting waktu tempuh dari Surabaya menuju Bumi Blambangan dari perjalanan 7 hingga 9 jam, akan tergunting menjadi sekitar 4 jam saja lewat Tol Probowangi. (*)
Editor : Bayu Saksono