Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ini Alasan Mengapa Jalan Tol Probowangi Harus Ditambah Jalan Baru yang Langsung Nyambung Bandara Banyuwangi

Bayu Saksono • Rabu, 25 Juni 2025 | 12:54 WIB
Kawasan timur area kedatangan Bandara Banyuwangi, bandara ini harus didukung jalan baru langsung nyambung Pelabuhan Ketapang.
Kawasan timur area kedatangan Bandara Banyuwangi, bandara ini harus didukung jalan baru langsung nyambung Pelabuhan Ketapang.

radarsitubondo.id -

Proyek jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) memang masih berlangsung hingga saat ini.

Progress update terkini, proyek Tol Probowangi masih menggarap ruas yang menghubungkan antara Paiton di Kabupaten Probolinggo dengan simpang susun Besuki di wilayah Kabupaten Situbondo hari ini.

Beberapa tahun lagi, proyek jalan tol tersebut akan terus berlanjut hingga Panarukan - Situbondo Kota – Asembagus – Bajulmati Wongsorejo- dan bakal berakhir di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Namun, seharusnya proyek ini harus didukung dengan koneksi jalan lain yang juga layak secara lebar dan fisiknya hingga terkoneksi dengan Bandara Banyuwangi.

Dengan adanya jalur nasional standar yang menghubungkan tol Probowangi ke Bandara Banyuwangi, Banyuwangi akan semakin siap menjadi simpul konektivitas nasional.

Ini sekaligus menegaskan peran strategis wilayah ujung timur Pulau Jawa dalam skema logistik nasional dan integrasi infrastruktur antar moda transporasi.

Para stakeholder (pemangku kepentingan) transportasi nasional menyoroti pentingnya pembangunan jalur jalan nasional yang terstandar dan representatif untuk menghubungkan exit Pelabuhan Ketapang Banyuwangi—yang menjadi ujung jalan tol Trans Jawa melalui Tol Probowangi hinga tersambung dengan Bandara Internasional Banyuwangi.

Saat ini, konektivitas antara dua simpul strategis transportasi tersebut masih mengandalkan jalan-jalan lokal dari Ketapang – Banyuwangi Kota – Kabat - Rogojampi.

Nah, dari arah Kabat maupun dari Rogojampi menuju bandara harus melewati jalan lokal yang sempit, padat, dan tidak seluruhnya memenuhi standar nasional dalam hal lebar, kualitas permukaan, serta sistem drainase.

Padahal, Bandara Banyuwangi telah berkembang pesat sebagai pintu gerbang udara utama di ujung timur Pulau Jawa, melayani penerbangan langsung dari Jakarta.

Bandara yang berkembang pesat tidak bisa berdiri sendiri tanpa didukung jaringan jalan nasional yang mumpuni.

‘Exit tol dari jalur utama Trans Jawa harus memiliki koneksi langsung yang lancar, aman, dan representatif menuju bandara,’ ujar Irwan Suryanto, pegiat wisata dan pramuwisata yang tinggal tak jauh dari kawasan Pelabuhan Ketapang.

Keberadaan jalan berstandar nasional yang menghubungkan ujung tol Probowangi di Pelabuhan Ketapang langsung ke Bandara Banyuwangi dinilai krusial untuk logistik, wisata, dan mobilitas warga.

Jalur ini juga akan mempercepat distribusi barang dari dan ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang, serta memperkuat posisi Banyuwangi sebagai simpul ekonomi baru di Jawa Timur bagian timur.

‘Kalau akses jalan masih sempit dan sering macet, terutama dari Rogojampi ke Bandara di wilayah Blimbingsari, ini akan menjadi hambatan besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Harus ada jalur nasional yang standar, minimal empat lajur, yang menyambungkan langsung jalan tol ke bandara,’ tambah Irwan. (*)

Editor : Bayu Saksono
#jalan tol probolinggo-banyuwangi #situbondo hari ini #trans jawa #Tol Probowangi #pelabuhan ketapang #paiton #rogojampi #bandara banyuwangi #besuki #sistem drainase