radarsitubondo.id - Rencana perbaikan beberapa titik rawan di perbatasan Banyuwangi-Jember, memaksa ruas Jalan Gunung Gumitir bakal ditutup total sejak akhir Juli hingga September 2025 mendatang.
Penutupan jalan berkelok-kelok di Gunung Gumitir selama tiga bulan itu diprediksi akan memberikan dampak nyata pada pola lalu lintas di wilayah timur provinsi Jatim.
Meski demikian, dampak penutupan jalan di perbatasan Banyuwangi-Jember itu tersebut tidak begitu dirasakan untuk moda transportasi lain seperti kereta api (KA).
Jadwal dan perjalanan KA di wilayah Jember dan Banyuwangi akan terus berlangsung seperti biasa, tanpa penundaan dan relatif tepat waktu.
Warga pengguna KA dari beberapa wilayah seperti Jakarta, Bandung. Semarang, Jogjakarta, Solo, Surabaya, Probolinggo, Malang, dan kota lainnya tetap bisa masuk ke Banyuwangi harus selalu melalui Jember.
Ini karena jalur rel KA yang juga sama-sama melewati Gunung Gumitir tetap lancer terkendali lantaran tidak ada hubungan dengan perbaikan jalan raya Gunung Gumitir.
Sementara pada jalur Pantura (pantai utara Jawa) di Situbondo diprediski tetap ramai sampai masuk sekolah medio Juli 2025 mendatang.
Selain itu, para pengemudi truk dan kendaraan pribadi yang biasa melintasi jalur selatan melalui Gunung Gumitir nantinya terpaksa mengalihkan rute perjalanan mereka ke arah utara untuk menuju ke Banyuwangi atau lanjut ke Pelabuhan Ketapang.
Sejak beredar pengumumam rencana penutupan Gunung Gumitir karena proyek penguatan dan perbaikan struktur jalan, arus kendaraan berat yang biasanya melintasi jalur selatan Jember-Banyuwangi diprediksi akan menumpuk di jalur pantura Situbondo.
Situbondo hari ini dan seterusnya harus lebih waspada karena diperkirakan bakal; menjadi titik simpul baru kepadatan kendaraan besar, terutama di pagi dan malam hari.
Pada sisi lain, perkembangan proyek jalan tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) mulai menunjukkan peran strategis dalam menopang distribusi logistik dari Jawa menuju Banyuwangi dan Bali.
Pengguna jasa Tol Probowangi khususnya truk logistik di ruas jalan tersebut diprediksi akan meningkat seiring rencana penutupan jalan Gunung Gumitir di perbatasan Jember-Banyuwangi.
Tol Probowangi sejauh ini memang sangat pentibg menjadi urat nadi distribusi barang dari Surabaya ke Bali. (*)
Editor : Bayu Saksono