radarsitubondo.id - Ini ada kabar gembira untuk para pelancong (traveller) maupun pengusaha logistik di Provinsi Jawa Timur.
Proyek nasional Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) memang sudah berjalan beberapa tahun terakhir, pekerjaan fisik skala besar ini diprediksi akan selesai dari titik awal sampai tuntas hingga ke Gate Bulusan di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2027 mendatang.
Tentu saja , semua prediksi itu akan terwujud apabila tidak ada kendala pendanaan (problem keuangan), tak ada problem sosial, juga tak ada kendala teknis dalam proyek jalan tol di masa sekarang hingga beberapa tahun ke depan.
Jika semua itu selesai sesuai rencana plus ada percepatan dan dukungan pemerintah pusat, Jalan tol Probowangi tuntas maka perjalanan darat dari Gate Gending di Probolinggo menuju Banyuwangi akan jauh lebih cepat, hanya sekitar 1,5 jam saja!
Berdasarkan simulasi perjalanan dengan kecepatan rata-rata 80 Kilometer [per jam (km/jam), berikut estimasi waktu tempuh antar-gate:
Dari Gate Gending ke Gate Situbondo dengan jarak sekitar 60 Km, waktu tempuh diperkirakan sekitar 45 menit.
Perjalanan tersebut melewati daerah perbukitan dan pesisir pantai utara Jawa Timur yang sebelumnya menghabiskan durasi 1,5 jam sampai dua jam melalui jalur pantura yang sempit, padat, serta berliku.
Sedangkan simulasi dari gerbang tol Gending (Probolinggo) menuju Gate (gerbang tol) Bulusan di Banyuwangi jaraknya sekitar 120 Km, pengendara cukup membutuhkan durasi perjalanan sekitar 1 jam 30 menit atau satu setengah jam.
Jarak ini mencakup seluruh ruas tol Probowangi yang akan menyambungkan Probolinggo, Situbondo hari ini, hingga ujung timur Kabupaten Banyuwangi, dekat Pelabuhan Ketapang yang berperan sebagai gerbang utama menuju ke Pulau Dewata Bali.
Dari berbagai sumber, progress proyek Tol Probowangi secara keseluruhan dari Probolinggo sampai Banyuwangi, progres pembangunan saat ini telah mencapai 65 persen dan fokus utama selama dua tahun ke depan adalah penyelesaian ruas Situbondo–Banyuwangi.
Jika tol Probowangi selesai, masyarakat tidak hanya berbicara tentang efisiensi waktu, tapi juga transformasi konektivitas antara Pulau Jawa dan Pulau Dewata Bali.
‘Mobilitas barang dan wisatawan akan meningkat pesat,’ ujar M. Kh. Rizal, pengamat pembangunan jalan tol Trans Jawa, asal Kecamatan Jangkar, Situbondo.
Selain menghemat waktu separo daripada perjalanan lewat jalur normal saat ini, jalan Tol Probowangi bila sudah rampung bakal mendukung pertumbuhan ekonomi, bidang pariwisata, urusan pertanian, hingga sector industry di Jawa dan Bali.
Dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam dan jalur tol yang bebas hambatan, waktu tempuh Probolinggo–Ketapang yang dulunya bisa memakan waktu 5–6 jam lewat jalan nasional, kini akan menjadi perjalanan singkat dan nyaman dalam waktu kurang dari dua jam. (*)
Editor : Bayu Saksono