Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Komisi D DPRD Jatim Tinjau Pelebaran Jalan Ruas Buduan, Antisipasi Peningkatan Volume Kendaraan saat Pintu Tol Besuki Dibuka

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 11 September 2025 | 02:33 WIB
TURUN LANGSUNG: H Yoyok Mulyadi bersama sejumlah anggota Komisi D DPRD Jatim Tinjau Pelebaran Jalan Ruas Buduan.
TURUN LANGSUNG: H Yoyok Mulyadi bersama sejumlah anggota Komisi D DPRD Jatim Tinjau Pelebaran Jalan Ruas Buduan.

RadarSitubondo.id – Pintu exit tol Situbondo Barat yang ada di Kecamatan Suboh diprediksi akan rampung pada awal tahun 2026 mendatang. Sejumlah pendukung fasilitas umum dipersiapkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah pelebaran jalan di ruas Desa Buduan, Kecamatan Suboh yang hingga saat ini masih dalam proses pengerjaan. 

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur turun meninjau langsung proyek pelebaran jalan sepanjang 6,25 kilometer tersebut, Selasa (09/09). “Proyek pelebaran jalan ini dimulai di ruas Buduan hingga batas Kabupaten Bondowoso,” terang H Yoyok Mulyadi, Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur kepada Koran ini, Rabu (10/09).

Menurut mantan Wakil Bupati Situbondo tersebut, pelebaran jalan sepanjang 6,25 kilometer tersebut sangat penting dilakukan. Ini untuk mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan saat pintu tol Besuki resmi dioperasikan.

“Makanya kita sampai turun, untuk meninjau langsung agar kita benar-benar tahu keadaan di lapangan seperti apa. Pelebaran jalan ini penting karena berfungsi untuk mengantisipasi jika exit tol Besuki dibuka. Informasinya kan awal tahun 2026 sudah rampung,” terang H Yoyok.

Disebutkan, dengan pelebaran maka arus lalu lintas dari gerbang tol di Situbondo Barat akan lancar menuju Bondowoso maupun ke Jember. Apalagi, semakin tahun sudah bisa dipastikan jumlah kendaraan terus bertambah. Sehingga diperlukan penambahan volume jalan.

“Tentu pelebaran jalan ini kita harapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan. Yang tak kalah pentingnya adalah juga mampu membuka akses ekonomi antarwilayah. Dengan kondisi jalan yang memadai, distribusi barang dan mobilitas masyarakat diyakini akan lebih efisien,” terang politisi PKB yang terpilih di daerah pemilihan Tapal Kuda itu

Kata dia, jika akses transportasi lancar, maka akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, terutama sektor perdagangan dan pariwisata di Situbondo, Bondowoso maupun Jember. “Makanya tiap daerah harus berlomba-lomba untuk menyambut keadaan ini agar bisa memanfaatkan sisi positif pembangun jalan tol,” tegasnya.

H Yoyok menyadari bahwa pekerjaan pelebaran jalan tidak cukup hanya di ruas jalan yang dikerjakan saat ini. Pada anggaran selanjutnya perlu juga dilakukan pelebaran di jembatan Sungai Malang atau Jembatan Mojo. “Karena ini berpengaruh pada kelancaran. Jika tetap dibiarkan sempit, maka pelebaran jalan akan percuma karena arus kendaraan akan tersendat di titik jembatan,” tegasnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#Komisi D DPRD Jawa Timur #Tol Probolinggo - Besuki #Yoyok Mulyadi