Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ir. H Yoyok Mulyadi Ungkap Perjuangan Sanitasi di Situbondo, Pernah Dimarahi Warga Gara-Gara Tutup Fasilitas BAB di Sungai!

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 25 September 2025 | 14:00 WIB
BERI PENJELASAN: Ir. H Yoyok Mulyadi anggota DPRD Jawa Timur bicara sanitasi  saat podcast dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi  beberapa waktu lalu.
BERI PENJELASAN: Ir. H Yoyok Mulyadi anggota DPRD Jawa Timur bicara sanitasi saat podcast dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi beberapa waktu lalu.

RADARSITUBONDO.ID - Program sanitasi di Kabupaten Situbondo, dianggap sudah dirasakan keberhasilannya.

Salah satu yang tidak kasatmata adalah tidak adanya masyarakat yang membuang air besar (BAB) di sungai.

Pernyataan tersebut disampaikan Ir. H Yoyok Mulyadi wnggota Komisi IV DPRD Jawa Timur.

Dia mangatakab memperjuangkan program sanitiasi bukan pada saat dirinya menjabat sebagai Anggota DRPD Jatim.

Namun sejak menjabat sebagai wakil Bupati Situbondo pada tahun 2016 sampai 2020.

“Dulu saat kami menjabat sebagai wakil bupati hampir setiap tahun melakukan program pembangunan jambanisasi di desa-desa. Dalam setahun bisa bangun sampai ribuan jamban. Tentu itu bisa mengurangi kebiasaan masyarakat yang BAB sembarangan,” ujar H. Yoyok, pekan lalu dalam program podcast Koran ini.

Dikatakan, untuk menjalankan program sanitasi tidak mudah. Butuh perjuangan untuk melewati rintangan yang dihadapi.

Salah satu upaya yang membuat dirinya dimarahi banyak orang adalah menutup beberapa tangga di sungai di kawasan Kota Situbondo yang dibuat tempat BAB oleh warga.

“Saya sempat tutup tangga-tangga sungai agar tidak dibuat BAB demi kesehatan warga. Tapi saat itu banyak yang memprotes, ya ada juga yang mendukung,” kata Yoyok.

Dia menyadari memberi pemahaman yang menyangkut tentang kebersihan butuh waktu.

Apalagi soal kebersihan. Banyak pihak yang harus diajak gandengan tangan agar bisa melakukan bersama-sama.

“Dalam satu keluarga saja tidak semuanya peduli dengan kebersihan, lalu di tingkat RT, RW, hingga Daerah. Jadi semunya butuh proses. Dan sekarang bisa disaksikan, bahwa orang yang buang sampah sembarangan ke sungai apalagi BAB di pinggir sungai, tidak ada,” imbuhnya.

Yoyok menyadari, gambaran sanitiasi secara umum di wilayah daerah pemilihannya masih di bawah standar.

Masih perlu banyak kolaborasi dengan pemerintah daerah agar sanitasi benar-benar dirasakan dampak positifnya.

“Kami menilai kekompakan untuk membangun kebersihan belum terbangun, dan masih butuh digetolkan lagi. Dan ini menjadi fokus edukasi kami, dan kami mengajak RT, Lurah dan Pemerintah Daerah, menggaungkan kebersihan lingkungan,” pungkas H. Yoyok. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#sanitasi #dprd jatim #Yoyok Mulyadi