RADARSITUBONDO.ID - Film "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI" adalah salah satu karya sinema paling fenomenal dan kontroversial dalam sejarah perfilman Indonesia.
Disutradarai Arifin C. Noer, film ini, yang diproduksi pada era Orde Baru, menyimpan banyak cerita menarik di balik layar. Mari kita telusuri lima fakta mencengangkan tentang film ini.
Baca Juga: Kode Error BCA Mobile yang Wajib Diketahui Nasabah: Arti dan Cara Mengatasinya
Biaya Produksi Fantastis di Masanya
Film ini menghabiskan biaya produksi Rp800 juta pada tahun 1982, jumlah yang sangat besar untuk perfilman Indonesia di era 80-an.
Pendanaan berasal dari pemerintah Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto, menjadikannya salah satu produksi termahal pada zamannya.
Baca Juga: Kenapa BCA Mobile Error Hari Ini? Penyebab dan Solusi Terbaru
Proses Pembuatan yang Memakan Waktu Sangat Lama
Produksi film G30S/PKI memakan waktu hampir dua tahun untuk diselesaikan, dengan pra-produksi selama empat bulan dan syuting selama satu setengah tahun.
Durasi panjang ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyampaikan narasi sejarah versi Orde Baru.
Baca Juga: STAINH Wisuda Puluhan Mahasiswa, Empat Hafidz Al-Quran Dapat Penghargaan
Durasi Film yang Sangat Panjang
Film ini berdurasi 3 jam 40 menit, menjadikannya salah satu film terpanjang Indonesia. Durasi ini digunakan untuk menggambarkan detail kronologi peristiwa 30 September 1965, dari penculikan jenderal hingga penumpasan gerakan.
Deretan Aktor Terkemuka Zamannya
Film ini menampilkan aktor dan aktris papan atas Indonesia era 80-an. Amoroso Katamsi memerankan Mayjen Soeharto, sementara Umar Kayam berperan sebagai Presiden Soekarno, serta nama-nama besar lainnya. Pemilihan aktor sangat selektif untuk memastikan penggambaran tokoh sejarah yang kredibel.
Baca Juga: Fraksi Golkar Geram! Desak BRI Tunda PHK CT hingga Korban Penipuan Dapat Keadilan Penuh
Diproduksi oleh Perusahaan Film Negara
Film ini diproduksi oleh Perusahaan Film Negara (PFN) di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Gufron Dwipayana, yang dekat dengan Presiden Soeharto.
Keterlibatan militer dan pemerintah menjelaskan mengapa film ini tayang wajib setiap 30 September di seluruh televisi nasional selama Orde Baru hingga rezim tersebut berakhir.
Baca Juga: BRI Bongkar Sendiri Skandal CT! Pimpinan Cabang Ungkap Fakta Mengejutkan Soal 271 Nasabah Tertipu
Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI meninggalkan jejak mendalam dalam memori kolektif bangsa Indonesia. Meskipun kontroversial, film ini tetap penting dalam dokumentasi sinema Indonesia dari berbagai perspektif.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin