Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dampak Hari Batik Nasional terhadap Industri Batik Lokal dan Perekonomian Pengrajin

Bayu Shaputra • Kamis, 2 Oktober 2025 | 19:30 WIB
Seorang wanita menggunakan pakaian batik.
Seorang wanita menggunakan pakaian batik.

RADARSITUBONDO.ID - Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia kompak mengenakan batik, mulai dari guru SD, pegawai kantoran, hingga ojol yang tetap keren meski helmnya belum motif parang rusak.

Perayaan ini bukan sekadar formalitas; sejak UNESCO menetapkan batik sebagai warisan dunia pada 2009, dampaknya nyata bagi ekonomi rakyat.

 Baca Juga: Rekrutmen PLN Group 2025 Dibuka! Peluang Emas Berkarir di Sektor Energi untuk Lulusan D3-S2

Jelang peringatan, sentra-sentra batik di Pekalongan, Solo, Yogyakarta, hingga Lasem kebanjiran order. Pengrajin batik tulis yang biasanya santai bisa menggarap tiga kain per bulan, mendadak harus lembur demi memenuhi pesanan puluhan lembar. “Alhamdulillah, penghasilan bisa naik tiga kali lipat,” kata Ibu Suratmi, pembatik dari Laweyan, Solo.

Bukan hanya batik tulis, batik cap dan printing pun panen berkah. Instansi pemerintah, sekolah, sampai perusahaan swasta sibuk order seragam.

Efek domino pun muncul, pedagang kain mori, penjual lilin malam, hingga tukang jahit ikut menikmati lonjakan omzet.

 Baca Juga: Kesempatan Terbatas! 5 Hari Pendaftaran PLN Group 2025 untuk Fresh Graduate hingga Magister

Yang menarik, momentum ini juga bikin profesi membatik kembali seksi di mata generasi muda. Sanggar-sanggar mencatat lebih banyak anak muda yang mau belajar, apalagi setelah melihat bukti nyata, batik bukan hanya seni, tapi juga sumber cuan.

Namun, euforia ini tak bebas dari tantangan. Pesanan musiman kerap bikin pengrajin kelimpungan, bahkan menolak order.

Untuk itu, komunitas batik mulai mengandalkan digital marketing agar permintaan tak hanya meledak di bulan Oktober.

Intinya, Hari Batik Nasional telah menjelma dari seremoni budaya menjadi katalis ekonomi. Tradisi pun terbukti bisa adaptif, tetap anggun, sekaligus relevan di era swipe right.

Editor : Ali Sodiqin
#Hari Batik Nasional #2 Oktober 2025